SUARA INDONESIA

Bupati Banyuwangi Sesalkan Kasus Perundungan di Sekolah

Muhammad Nurul Yaqin - 17 October 2023 | 21:10 - Dibaca 1.08k kali
News Bupati Banyuwangi Sesalkan Kasus Perundungan di Sekolah
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (kiri belakang). (Foto: Istimewa).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Ipuk Fiestiandani menyesalkan kasus perundungan berujung kekerasan di salah satu SMP negeri di kabupaten setempat. Pemkab Banyuwangi langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah dan jajaran pendidik lainnya.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk mencegah kejadian serupa agar tidak terulang lagi. Lebih-lebih kepada para kepala sekolah dan jajaran pendidik lainnya. Kasus semacam ini telah menjadi salah satu tolok ukur kinerja kepala sekolah,” ungkap Ipuk, Selasa (17/10/2023).

Ipuk menegaskan, kepala sekolah sebagai pemimpin di lingkungan sekolah, menjadi penanggung jawab utama atas keselamatan dan terhindarnya anak didik dari perilaku perundungan dan kekerasan. Kejadian tersebut merupakan indikasi dari lemahnya kontrol dan monitoring pihak sekolah.

“Berikan perhatian terbaik bagi anak-anak. Mitigasi sejak awal jika ada potensi perundungan agar bisa dicegah jauh-jauh hari,” imbuhnya.

Ipuk juga meminta agar korban maupun pelaku diberikan pendampingan dan binaan yang semestinya. “Libatkan orang tua murid untuk lebih partisipatif dalam membina dan mendidik anak. Utamanya saat di luar sekolah,” ujarnya.

Partisipasi orang tua, imbuh Ipuk, menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam bersinergi dengan pihak sekolah untuk mewujudkannya.

“Bangun komunikasi yang baik dengan wali murid. Pastikan setiap perkembangan anak bisa saling melaporkan. Sehingga anak benar-benar mendapat perhatian yang baik,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Suratno, telah melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. “Kami telah memberikan teguran kepada kepala sekolah yang bersangkutan. Selain itu, juga memberikan evaluasi secara menyeluruh kepada para kepala sekolah,” paparnya.

Selain itu, imbuh Suratno, dinas pendidikan akan semakin meningkatkan program-program pencegahan bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Seperti halnya Satgas Anti-Perundungan dan pekan parenting bersama wali murid. “Eskalasinya akan kami tingkatkan,” ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV