SUARA INDONESIA

DLH Ngawi Sebut Pabrik Arang di Guyung Tak Memenuhi Standard Produksi

Ari Hermawan - 24 October 2023 | 22:10 - Dibaca 1.23k kali
News DLH Ngawi Sebut Pabrik Arang di Guyung Tak Memenuhi Standard Produksi
Dinas Lingkungan Hidup saat melakukan pengecekan pabrik arang atas keluhan warga soal pencemaran lingkungan. (Foto: Ari Hermawan/Suara Indonesia)

NGAWI, Suaraindonesia.co.id - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melalui Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Yani Setyowati menyebut, pabrik arang di Guyung tidak memenuhi syarat produksi.

Hal tersebut disampaikan Yani di hadapan awak media, usai melakukan pemeriksaan di lokasi pabrik pascalaporan dari masyarakat soal adanya dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari asap pabrik tersebut.

Yani mengatakan, meskipun keberadaan pabrik sudah jauh dari permukiman warga, namun cerobong asap pabrik arang menjadi biang potensi terjadinya pencemaran lingkungan.

“Ketinggian cerobong asap pabrik arang tidak sesuai aturan, seharusnya tinggi cerobong asap dua kali dari tinggi bangunan pabrik,” kata Yani, Selasa (24/10/2023).

Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup memberikan keputusan kepada pemilik pabrik, bahwa pabrik arang untuk sementara waktu ditutup hingga cerobong asap diperbaiki sesuai standard aturan yang berlaku.

“Pabrik ditutup, hingga perbaikan cerobong asap selesai diperbaiki dan tidak menimbulkan asap yang dapat mencemari lingkungan hingga mengganggu warga sekitar. Tentu cerobong asap harus mengacu pada aturan undang-undang yang berlaku,” tegas Yani.

Masih kata dia, jika pabrik tidak melakukan perbaikan dan kedepannya masih terjadi asap yang keluar dari pabrik mengganggu lingkungan, maka pihaknya akan membuat berita acara laporan kepada bupati.

“Berita acara, keputusan penutupan pabrik agar tidak beroperasi selamanya ada di bupati,” terangnya.

Sementara itu, pemilik pabrik arang Heri Siswanto (36) beralasan, tempat pembakaran bahan dasar arang yaitu batok kelapa mengalami kerusakan, sesuai rekomendasi dari dinas pihaknya akan segera menyesuaikan.

Kendati begitu, dirinya membantah jika ada keluhan warga dan terjadinya pencemaran lingkungan yang berasal dari pabrik miliknya. Menurutnya, saat asap pekat yang terjadi beberapa hari lalu karena juga adanya kebakaran pohon bambu.

“Tidak ada keluhan dari masyarakat yang kami terima, kemarin memang asap dari pabrik dan kebetulan bersamaan dengan adanya asap dari pohon bambu yang terbakar, sehingga memang terlihat pekat,” kilahnya.

Heri menuturkan, ia mengaku keberadaan pabrik yang sebelumnya berada di belakang rumah memang diprotes warga. Oleh karena itu, ia memindahkan pabrik jauh dari permukiman.

"Dulu produksi di belakang rumah memang diprotes warga, lalu pindah. Oleh karena itu, saya juga selalu memberikan kompensasi berupa sembako ke warga yang berdekatan dengan pabrik setiap jelang Lebaran," tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ari Hermawan
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV