SUARA INDONESIA

Berharap Hujan Berlimpah, Warga Banyuwangi Salat Istisqa Serentak di 25 Kecamatan

Muhammad Nurul Yaqin - 02 November 2023 | 13:11 - Dibaca 1.10k kali
News Berharap Hujan Berlimpah, Warga Banyuwangi Salat Istisqa Serentak di 25 Kecamatan
Salat Istisqa dalam rangka meminta hujan di Taman Blambangan, Banyuwangi, Kamis (02/11/2023). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id -  Ratusan warga menggelar salat Istisqa sebagai upaya untuk memohon turunnya hujan di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, Kamis (02/11/2023). Salat Istisqa digelar secara serentak di 25 kecamatan. Warga berharap Allah SWT memberikan hujan yang berlimpah untuk mengatasi masalah kekeringan beberapa bulan terakhir.

 "Alhamdulillah kita baru saja melaksanakan salat Istisqa. Ini ikhtiar kita semuanya untuk meminta kepada Allah untuk diberikan rezeki yang berbentuk hujan," ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang turut hadir dalam salat Istiqa.

Ipuk berkata, salat Istisqa ini digelar serentak di 25 kecamatan yang ada di Bumi Blambangan. Bahkan di organisasi keagamaan yang ada di Banyuwangi pun turut melaksanakan secara terpisah.

Ia juga menyampaikan bahwa Banyuwangi memang sudah cukup lama tidak turun hujan. Ipuk juga berharap fenomena tersebut menjadi pengingat untuk semua warga atas segala kesalahan serta apa yang membuat kekeringan ini terjadi.

"Ini pasti ada hikmahnya. Salat Istisqa ini sebagai ikhtiar selain kami melakukan ikhtiar yang lain untuk menangani kekeringan. Semoga Allah kabulkan doa kita semua," ungkapnya.

Ipuk menuturkan, dampak kekeringan yang melanda Banyuwangi sangat berdampak terutama bagi para petani. Lahan sawah mereka menjadi kering, karena debit air sungai turut berkurang.

"Meski stok air di Banyuwangi mencukupi. Tapi harus ada pembagian di beberapa daerah yang tidak memiliki sumber air," kata Ipuk.

Selain itu, lanjut Ipuk, Pemkab Banyuwangi telah melakukan langkah terukur dengan gencar menyuplai air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

"Ada PUDAM dan BPBD yang secara rutin melakukan distribusi air. Begitu juga pengairan, air kita bagi supaya semua mendapat air," terangnya.

Ipuk menegaskan, meski Banyuwangi dilanda kekeringan, sejauh ini belum ada laporan gagal panen dari petani. Sebab, petani sudah diinstruksikan untuk menerapkan rencana tata tanam global (RTTG). 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Danu Sukendro

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV