SUARA INDONESIA

Bupati Fauzi Tekankan Istri Jadi Pondasi Utama Pembentukan Karaktetistik Kepemimpinan

Wildan Mukhlishah Sy - 16 January 2024 | 13:01 - Dibaca 751 kali
News Bupati Fauzi Tekankan Istri Jadi Pondasi Utama Pembentukan Karaktetistik Kepemimpinan
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat memberikan sambutan. Foto: Diskominfo Sumenep.

SUARA INDONESIA, SUMENEP- Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyinggung pentingnya peran istri, dalam pembentukan karakteristik kepemimpinan pasangan, baik di lingkungan rumah tangga, maupun dunia kerja. 

Hal itu dilontarkan, ketika dirinya memberikan sambutan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan di Aula Islamic Center, Selasa (16/01/2024). 

Diketahui, dalam acara tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memang mewajibkan setiap peserta, untuk hadir bersama dengan pasangan masing-masing. 

Menurutnya, disadari atau tidak, istri telah menjadi kekuatan paling penting pada pondasi kepemimpinan setiap manusia. Maka tak heran, jika terlahir sebuah ungkapan di balik laki-laki sukses, selalu ada wanita hebat. 

"Bagi saya, istri itu adalah sosok hebat yang menjadi kekuatan paling penting dalam membentuk karakteristik kepemimpinan," ungkapnya. 

Untuk itu, dia mengingatkan agar para istri bisa memberikan dukungan semaksimal mungkin, dalam proses pembentukan karakter tersebut. Karena hal itu, dinilai juga akan mempengaruhi perjalanan karir, yang dimiliki suami. 

Dirinya mengakui, situasi dalam rumah tangga akan memberikan pengaruh yang cukup besar atas suasa hati seseorang. Kata dia, nantinya yang merasakan dampaknya tentu bukan hanya lingkup keluarga, namun juga rekan kerja. 

Sembari bergurau, Fauzi mencontohkan, hal sederhana yang dapat dilakukan istri guna menjaga semangat suami dalam bekerja. 

Salah satunya yakni tetap menunjukkan sikap peduli dan romantis, meskipun sedang dalam keadaan marah. Terlebih, saat pasangannya akan berangkat menjalankan tugas.

Kendati demikian, dirinya mengimbau agar para suami juga berlaku baik kepada istri. Serta setiap pasangan, mampu menciptakan komunikasi dan perasaan saling memahami. 

"Jadi jangan cemberut waktu suami mau berangkat kerja. Meskipun sedang marah itu, ditahan dulu. Cemberutnya nanti saja, setelah suami pulang kerja," pungkasnya. 

 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV