SUARA INDONESIA

Pemungutan Suara di Jombang: 94 Petugas Dilaporkan Tepar, Tujuh di Antaranya Dirujuk ke Rumah Sakit

Gono Dwi Santoso - 17 February 2024 | 17:02 - Dibaca 1.25k kali
News Pemungutan Suara di Jombang: 94 Petugas Dilaporkan Tepar, Tujuh di Antaranya Dirujuk ke Rumah Sakit
Suasana simulasi pemungutan suara oleh penyelenggara pemilu yakni KPPS di kantor KPU Jombang pada waktu lalu .( Foto : Gono Dwi Santoso/ Suara Indonesia).

SUARA INDONESIA, JOMBANG – Pelaksanaan coblosan 14 Februari 2024 sudah selesai. Namun, ada laporan sebanyak 94 petugas di Kabupaten Jombang mengeluh kelelahan usai bertugas selama pemilu. Bahkan, ada tujuh yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, Sabtu (17/02/2024).

Plt Kepala Dinkes Jombang Syaiful Anwar menjelaskan, selama pemilu pihaknya mengerahkan tenaga kesehatan untuk melayani para petugas pemilu maupun masyarakat yang menggunakan hak pilihnya.

“Laporan yang saya terima, pada tanggal 14 kemarin, ada 94 objek yang kami tangani. Yakni, unsur penyelenggara pemilu mulai dari KPPS, saksi, pemilih, panwas, linmas hingga PPK yang mengalami sakit," terangnya.

Saiful Anwar mengatakan, keluhan yang dialami masing-masing orang juga berbeda. Ada yang pusing, mual, kelelahan dan lain-lain. Meski begitu, mayoritas mereka sudah sehat setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan.

"Petugas juga sudah memberikan obat untuk mengatasi keluhan yang dialami. Dari jumlah 94 orang yang ditangani, ada tujuh yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” paparnya.

Menurutnya, setelah mendapatkan perawatan intensif, ada tiga yang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang per Jumat (16/2/2024) kemarin. Sedangkan empat lainnya masih menunggu observasi.

 ”Yang empat masih menunggu laporan apakah sudah diperbolehkan pulang atau harus dirawat,” jelasnya..

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah menyampaikan, ada dua anggota KPPS yang masuk di RSUD Jombang pada pelaksanaan pemilu serentak Rabu 14 Februari 2024 kemarin.

“Ya ada dua petugas KPPS yang menjalani perawatan. Satunya dari Megaluh dan satunya dari Perak,” paparnya.

Ma'murotus Sa'diyah mengaku belum bisa menyampaikan sakit apa yang diderita dua anggota KPPS tersebut. Namun, mereka sempat menjalani perawatan intensif.

“Keluhannya apa saya belum dapat laporan secara rinci. Yang jelas dia sempat diinfus,” ungkapnya..

Ma'murotus Sa'diyah menambahkan, setelah mendapatkan perawatan, dua anggota KPPS itu dinyatakan sehat pada Jumat (16/02/2024), sehingga mereka diperbolehkan pulang. ”Insyaallah kemarin sudah pulang, karena sudah sehat,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV