SUARA INDONESIA

Tekan Harga Beras, Pemkab-Bulog Banyuwangi Geber Pasar Murah di 25 Kecamatan

Muhammad Nurul Yaqin - 21 February 2024 | 11:02 - Dibaca 1.10k kali
News Tekan Harga Beras, Pemkab-Bulog Banyuwangi Geber Pasar Murah di 25 Kecamatan
Operasi pasar murah di depan Gedung Juang Banyuwangi, kawasan Taman Blambangan, Rabu (21/2/2024). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Menggandeng Bulog, Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, terus menggencarkan operasi pasar murah dalam rangka menekan harga beras yang terus melonjak di pasaran.

Pasar murah ini digelar secara bertahap di 25 kecamatan yang ada di Banyuwangi. Pada Rabu (21/2/2024), operasi pasar dilaksanakan di dua titik, yakni di Kecamatan Banyuwangi, dan Kecamatan Sempu.

Di pasar murah ini, ratusan warga silih berganti rela mengantre untuk mendapatkan beras merk Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang dijual dengan harga Rp 51 ribu per lima kilogram atau Rp 10.200 per kilogramnya.

Selain beras, ada juga gula yang dibanderol dengan harga Rp 15 ribu, minyak goreng Rp 14 ribu, dan tepung Rp 10 ribu.

Salah satu warga Eli Safitri (32), mengaku terbantu adanya pasar murah tersebut, karena saat ini sejumlah harga sembako mahal di pasaran.

“Pasar murah ginian sangat membantu, terutama beras. Sekarang harganya sudah mencapai Rp 80 ribu per lima kilonya,” kata warga Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat ini.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan jajaran bersama Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi Harisun, turut melakukan peninjauan langsung pasar murah yang ada di depan Gedung Juang atau di kawasan Taman Blambangan.

Ipuk mengatakan, memang terjadi kenaikan harga beras di pasaran. Adanya operasi pasar ini, untuk menekan harga dengan memenuhi kebutuhan warga dengan harga beras yang jauh lebih murah.

“Operasi pasar ini kita gelar serentak dan bergiliran di 25 kecamatan. Pemkab dan Bulog menyisir berbagai tempat di Banyuwangi untuk diadakan pasar murah,” ujarnya.

Menurut Ipuk, kenaikan harga beras hampir menyeluruh di seluruh daerah di Indonesia. Disebabkan dampak El Nino yang berpengaruh terhadap musim panen petani.

“Kejadian ini (kenaikan harga beras) merata di sebagian daerah di Indonesia akibat El Nino. Sehingga musim panennya mundur. Tapi, Maret sudah musim panen, semoga harga bisa kembali stabil,” jelasnya.

Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Harisun menambahkan, setiap kecamatan Bulog setidaknya menggerojok 9-10 ton beras untuk memenuhi kebutuhan warga.

Dalam operasi pasar ini, setiap warga hanya dibatasi dua karung beras masing-masing seberat 5 kilogram. Tujuannya agar semua warga kebagian dan mengantisipasi tidak diperjual belikan kembali.

“Ini salah satu gerakan nyata bahwa kita hadir di masyarakat memastikan bahwa beras betul-betul sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.

Harisun melanjutnya, mulai Januari sampai menjelang akhir Februari ini, Bulog setidaknya telah menggelontorkan 1.100 beras SPHP ke masyarakat.

“Karena tiap hari, kita dropping ke pasar-pasar mulai Wongsorejo sampai Kalibaru itu antar 20-30 ton per hari untuk operasi pasar,” bebernya.

Sampai saat ini, kata Harisun, stok beras di Gudang Bulog Banyuwangi masih tersedia 5.500 ton. Stok ini masih aman hingga tiga bulan mendatang.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menambahkan, operasi pasar ini akan berlangsung hingga 28 Februari mendatang.

Selain operasi pasar, Pemkab bersama Bulog juga mendistribusikan beras di ratusan toko inflasi yang tersebar di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

“Bulog kerjasama dengan kami membuka 147 toko inflasi se-Banyuwangi. Mereka menjual barang komoditi yang ada di Bulog. Ini salah satu upaya kita agar masyarakat dapat menjangkau harga yang lebih rendah,” kata Nanin. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV