SUARA INDONESIA

Awal Panen Raya Harga Gabah di Jombang Turun, Bikin Petani Khawatir

Gono Dwi Santoso - 19 March 2024 | 07:03 - Dibaca 602 kali
News Awal Panen Raya Harga Gabah di Jombang Turun, Bikin Petani Khawatir
Kadis Pertanian Jombang Moh Rony saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (18/03/2024). (Foto: Gono Dwi Santoso/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JOMBANG- Memasuki masa panen raya padi, harga gabah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, justru turun. Dari sebelumnya Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kg, kini hanya Rp 6.400 per kg untuk gabah kering sawah. (GKS). Kondisi ini membuat petani khawatir.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang, Moh Ronny, berdasarkan data, terdapat 39.976 hektare lahan padi yang ditanam pada periode Oktober 2023 hingga Maret 2024.

"Dari total luas tanam tersebut, 7.377 hektare sudah mulai panen pada Januari hingga Maret ini. Dan puncak panen di Jombang diprediksi akan terjadi pada akhir Maret hingga akhir April," imbuhnya.

Rony mengatakan meskipun luas tanam padi tahun ini mengalami pertambahan sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya, namun harga padi justru mengalami penurunan di awal masa panen. Namun, kata dia, berdasarkan tren tahun kemarin, harga padi justru naik di puncak panen.

"Tahun kemarin, di puncak panen, harga gabah mencapai Rp 7.000 - Rp 8.000 per kilogram. Bahkan di akhir panen, harganya mencapai Rp 9.000 per kilogram," ungkapnya.

Rony optimistis harga padi akan kembali naik di puncak panen tahun ini. "Meskipun di awal panen harga turun, kami masih punya harapan harga gabah kering sawah bisa mencapai Rp 7.000 di puncak panen nanti," tuturnya.

Di sisi lain, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) saat ini hanya sebesar Rp 5.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga jual GKS di tingkat petani.

"Harga HPP ini memang lebih rendah daripada harga pasar. Hal ini karena HPP ditetapkan berdasarkan pertimbangan berbagai faktor, seperti biaya produksi dan harga pasar internasional," jelas Ronny.

Penurunan harga padi di tingkat petani ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para petani. Diharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini agar harga padi kembali stabil dan menguntungkan petani. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV