SUARA INDONESIA

Gas Melon Langka, Pertamina Dinilai Gagal Atur Tata Niaga Elpiji Subsidi

Yuni Amalia - 23 April 2024 | 15:04 - Dibaca 1.74k kali
News Gas Melon Langka, Pertamina Dinilai Gagal Atur Tata Niaga Elpiji Subsidi
Ilustrasi gas melon. (Foto: Berita Satu)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Warga di wilayah Jember selatan mengaku kesulitan mendapatkan gas melon sejak sebelum Lebaran kemarin. Bahan bakar bersubsidi ini seolah menghilang dari pasaran.

Lamanya kelangkaan gas 3 Kg tersebut memantik penilaian negatif publik terhadap Pertamina. Warga menganggap, perusahaan pelat merah itu gagal mengatur tata niaga bahan bakar yang dipakai memasak tersebut.

Ahmad, salah seorang warga di Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengaku, sudah ada 10 toko dan satu pangkalan LPG yang ia datangi. Namun, semuanya kosong.

"Sebelum Lebaran lalu, saya juga sempat kesulitan. Meski akhirnya mendapatkan LPG 3 Kg, tapi harganya tembus Rp 22 ribu. Karena butuh, ya tetap saya beli," katanya kepada Suara Indonesia, Selasa (23/4/2024).

Sementara hari ini, pria 40 tahun itu mengaku belum mendapatkan gas melon. Padahal, dirinya sudah berkeliling ke sejumlah pengecer dan pangkalan di dua kecamatan berbeda. Kecamatan Puger dan Kecamatan Wuluhan. Semua toko dan pangkalan yang ia sambangi, tapi barangnya sudah tidak ada.

"Saya sampai jengkel, mulai pagi hingga sore ini saya belum dapat. Padahal gas untuk memasak di rumah sudah habis. Ini sebenarnya pemerintah yang tidak beres atau memang Pertamina yang tidak becus mengatur tata niaganya?" kesalnya.

Jurnalis Suaraindonesia.co.id, sempat mendatangi langsung lima toko pengecer dan satu pangkalan. Hasilnya sama. Gas LPG subsidi itu nihil. Salah seorang pria yang menjaga pangkalan di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, sampai meminta maaf karena stok di tempatnya habis.

"Mohon maaf, kebetulan habis. Coba cari di toko sebelah. Tadi sepertinya masih ada," ucapnya.

Dia mengaku, telatnya pasokan gas subsidi ini tidak hanya terjadi sekarang. Tapi sejak sebelum Lebaran kemarin. "Iya, memang sudah sejak sebelum Lebaran lalu," sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatim Balinus Taufiq Kurniawan belum menjawab pertanyaan yang disampaikan Suaraindonesia.co.id. Taufiq hanya membalas pesan akan menghubungi nanti setelah Maghrib. “Habis Maghrib nanti telepon, ya,” tulisnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Yuni Amalia
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV