SUARA INDONESIA

Ketan Pencok Pemalang, Dipercaya Mampu Sembuhkan Badan Meriang

Ragil Surono - 05 May 2024 | 10:05 - Dibaca 481 kali
News Ketan Pencok Pemalang, Dipercaya Mampu Sembuhkan Badan Meriang
Bentuk ketan pencok makanan khas tradisional Kota Pemalang. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIAPEMALANG- Kuliner khas tradisional masyarakat kota Pemalang banyak aneka macamnya, seperti kue kamir, dadar gulung, mendoan, ketan pencok, jotosan, serta masih banyak aneka jajanan tradisional lainnya.

Dari beberapa jenis makanan jadul ini, ketan pencok dipercaya oleh sebagian masyarakat kota berjuluk Pusere Jawa ini, bisa menyembuhkan orang yang sedang meriang atau tidak enak badan.

Satu pincuk (bungkus) ketan pencok yang berisi tiga irisan ketan dengan ditaburi serundeng kelapa bercampur gula merah, didampingi satu gelas teh tubruk pahit, diyakini dapat memulihkan kesehatan orang yang sedang meriang.

Makeroh (67), salah satu pedagang ketan pencok yang masih ada di daerah Pemalang kota mengatakan, jika ketan pencok merupakan jajanan makanan kecil yang sudah turun temurun,

"Saya meneruskan jualan ketan pencok dari simbah saya, kemungkinan sejak jaman Jepang makanan yang berasa manis legit ini sudah ada," katanya.

Dengan harga Rp 5.000 untuk satu pincuk, ketan pencok sudah bisa dinikmati untuk sarapan pagi.

Terpisah, Sumedi (63) warga Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang, mengatakan, jika keberadaan makanan ketan pencok ini sekarang agak susah dicari.

"Tidak dijual di toko roti atau makanan dan tidak semua pasar tradisional ada orang jualan ketan pencok," ujar Sumedi, ketika ditemui di rumahnya, Minggu (5/5/2024 ).

Lebih lanjut Sumedi menceritakan, jika ketan pencok banyak dibuat oleh warga Kelurahan Kebondalem, Mulyoharjo dan Pelutan. Semuanya masuk daerah Kecamatan Pemalang,

"Sejak saya kecil kalau badan meriang oleh orang tua dibelikan ketan pencok, terus disuruh minum teh tubruk panas, biasanya memang keluar keringat. Alhamdulillah setelah itu badan agak enakan," tuturnya.

Keberadaan jajanan tradisional saat ini banyak diburu oleh orang, mengingat bahan makanannya masih menggunakan bahan-bahan alami, tidak menyertakan bahan kimia, sehingga masyarakat tidak ragu mengonsumsinya. Di samping rasanya yang juga enak. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV