SUARA INDONESIA

Pupuk Subsidi Desa Cangaan Bojonegoro Diduga Dijual di Atas HET

Aji Susanto - 08 May 2024 | 12:05 - Dibaca 680 kali
News Pupuk Subsidi Desa Cangaan Bojonegoro Diduga Dijual di Atas HET
Ilustrasi puku bersubsidi. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, BOJONEGORO- Penjualan pupuk Urea bersubsidi di wilayah Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai di atas harga eceran tertinggi (HET).

Padahal sesuai regulasi, pupuk tersebut harusnya dijual maksimal dengan harga Rp 2.250 per Kg atau Rp 115 ribu per sak isi 50 Kg, tapi oleh kios dilepas ke petani dengan harga lebih tinggi, yakni Rp 140 ribu per sak.

"Saya membeli dengan Rp 140 ribu per sak. Kalau menurut saya, harga segitu masih wajar dibandingkan membeli di luar dengan harga bisa mencapai dua kali lipat," ujar salah seorang petani di desa setempat, Rabu (08/05/2024).

Terpisah, Kepala Desa Cangaan Imam Subandi mengaku soal harga jual ke petani bukan menjadi kewenangannya. Pemerintah desa hanya memberikan purchase order (PO) pengajuan pengambilan pupuk bersubsidi.

"Saya hanya berikan PO pengambilan, tentang harga jual tidak tahu. Tapi, bila penjualan di atas HET pasti bakal bergejolak. Dan sampai saat ini petani di wilayah desa kami tidak bergejolak," katanya.

Di tempat lain, Farid, salah seorang pemilik kios pupuk resmi, menuturkan, dirinya menyuplai pupuk untuk dua desa. Yakni, Desa Cangaan dan Sarangan. Terkait penyaluran, dia langsung ke kelompok tani.

"Jadi apa yang disampaikan oleh satu petani tersebut tidak benar, karena saya menyalurkan sesuai HET," elaknya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, Retno Budi Widianti menjawab singkat permasalahan tersebut.

"Sesuai Permentan (Peraturan Menteri Pertanian), HET Urea Rp 2.250/kg, Phonska Rp 2.350/kg. Jika ada kios diduga menjual di atas HET, biasanya ada teguran dari distributor kalau ada laporan," tukasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aji Susanto
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV