SUARA INDONESIA

Riyaya Undhuh-Undhuh di GKJW Mojowarno Jombang, Tradisi Tahunan yang Tetap Lestari hingga Kini

Gono Dwi Santoso - 12 May 2024 | 15:05 - Dibaca 853 kali
News Riyaya Undhuh-Undhuh di GKJW Mojowarno Jombang, Tradisi Tahunan yang Tetap Lestari hingga Kini
Suasana kegiatan Riyaya Undhuh-Undhuh oleh jemaat GKJW Mojowarno, Jombang, Minggu (12/05/2024). (Foto: Gono Dwi Santoso/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JOMBANG- Tradisi riyaya undhuh-undhuh yang dipraktikkan jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno sejak 1930 silam, masih lestari hingga saat ini. Ribuan masyarakat turut menyaksikan dan mengikuti prosesi arak-arakan berbagai hasil bumi, Minggu (12/05/2024).

Kemeriahan acara undhuh-undhuh sudah terlihat sejak pagi. Ribuan warga mulai memadati area gereja sejak pukul 06.00 WIB.

Tak berselang lama, satu per satu arak-arakan hasil bumi yang dihiasi dengan berbagai bentuk dan warna, mulai keluar dari masing-masing dusun dan RW di sekitar Desa Mojowarno.

Terdapat belasan hiasan hasil bumi yang diarak sejauh dua kilometer oleh para warga. Berbagai macam sayuran, buah-buahan, hasil panen, hingga beberapa hewan ternak turut diarak dengan dekorasi yang unik dan menarik.

Gozali, panitia acara hari raya undhuh-undhuh, mengatakan, tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan hasil panen para jemaat.

"Tradisi undhuh-undhuh ini adalah hari raya persembahan untuk umat, khususnya para petani dan jemaat GKJW Mojowarno Jombang," ujar Gozali.

Hasil bumi yang diarak oleh para jemaat tidak dijadikan rebutan seperti tradisi sedekah bumi di beberapa daerah lainnya. Melainkan, hasil bumi tersebut dilelang secara umum dan hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan gereja dan jemaat.

"Hiasan hasil bumi yang diarak ini setelah selesai peribadatan akan dilelang. Hasil lelangnya akan digunakan untuk program gereja di tahun 2024," jelas Gozali.

Gozali menjelaskan, tradisi undhuh-undhuh di GKJW Mojowarno Jombang tidak hanya menjadi momen perayaan panen, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya dan tradisi masyarakat setempat.

"Semangat gotong royong dan kebersamaan antar jemaat terlihat jelas dalam setiap prosesi acara.Dimana undhuh-undhuh di GKJW Mojowarno menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal masih dapat dilestarikan di tengah modernisasi zaman," pungkasnya.

Acara perayaan unduh-unduh ini, juga menjadi daya tarik wisata religi yang patut dikunjungi oleh wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya yang unik dan otentik di Mojowarno, Jombang. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV