SUARA INDONESIA

Delegasi Dunia Gelar Diskusi Bahas Kampung Keluarga Berkualitas Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 15 May 2024 | 18:05 - Dibaca 590 kali
News Delegasi Dunia Gelar Diskusi Bahas Kampung Keluarga Berkualitas Banyuwangi
Diskusi global Ambassador Goes To Kampung Berkualitas di Banyuwangi yang dihadiri delegasi dari sejumlah negara. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Sebanyak 17 delegasi dari 12 negara dan organisasi internasional menggelar diskusi global di Banyuwangi, Jawa Timur.

Mereka mengusung tema Ambassador Goes To Quality Family Village Banyuwangi atau Kampung Berkualitas di Banyuwangi.

Acara yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini diselenggarakan di Jiwa Jawa Resort Ijen, Tamansari, Licin, Banyuwangi, Rabu (15/5/2024).

Para delegasi yang hadir menyampaikan satu persatu argumentasinya tentang kondisi kependudukan di negaranya dan dibandingkan dengan situasi yang ada di Indonesia, salah satunya Banyuwangi.

Rata-rata mereka tertarik dengan program Kampung Keluarga Berkualitas yang ada di Banyuwangi. Bahkan para delegasi sebelumnya sempat mengunjungi Kampung KB di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Mereka melihat berbagai data kependudukan desa setempat, mulai jumlah balita, jumlah keluarga yang memiliki lansia dan remaja, dan sebagainya. 

Dikatakan delegasi dari Zimbabwe, Viola Matongorere, program kependudukan yang ada di Banyuwangi sangat holistik.

“Programnya sangat holistik mulai terkait pre-marital, kelahiran, perkembangan anak pada 1000 hari kelahiran, hingga remaja juga ada. Ini sangat mengagumkan,” ujarnya.

Menurutnya berbagai program yang dijalankan desa ini juga sudah sesuai dengan tujuan Sustainable Delevelopment Goals (SDGs). Yakni terwujudnya kehidupan sehat dan sejahtera, kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, serta zero kelaparan dan kemiskinan.

“Banyak pembelajaran dari sini yang bisa diimplementasikan di negara kami,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan delegasi dari Kanada, Kevin Tokar, terutama terkait keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

“Semuanya ikut berpartisipasi. Dari anak muda, orang dewasa, wanita, semuanya ikut terlibat dalam proses peningkatan kesehatan dan kesejahteraan di desa. Ini bagus,” ujar Kevin.

Plt Deputi Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Irma Ardiana menyampaikan, Kampung Keluarga Berkualitas merupakan hasil transformasi dari program Kampung Keluarga Berencana. Program ini diinisiasi dan diresmikan oleh Presiden RI pada 2016.

Menurutnya, Kampung Keluarga Berkualitas di Banyuwangi yang sudah dikunjungi itu memiliki capaian indikator yang tinggi. Bahkan bisa menjadi barometer yang ada di Jawa dan di luar Jawa.

Program tersebut kemudian terus di upgrade agar bisa mendapatkan perhatian tidak hanya domestik tetapi juga bisa jadi pembelajaran dari Negara lain.

“Dan mereka (delegasi sejumlah negara) tadi sudah memberikan note seperti apa implementasinya dan harapannya, ini bisa menjadi nilai tambah bagi program Kampung Keluarga Berkualitas,” kata Irma.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto menambahkan, Kampung Keluarga Berkualitas memiliki empat vasiabel.

“Kata kuncinya Berkualitas, jadi berkualitas untuk usia lanjut, berkualitas untuk perempuan orang tua, berkualitas untuk anak-anak remaja dan berkualitas untuk balita,” jelas Dwi.

Berbagai capaian Dwi tunjukkan dari program tersebut, untuk usia lanjut dilatih untuk bisa hidup mandiri. Begitu pula dengan perempuan orang tua, mereka dilatih untuk wirausaha.

“Kemarin sudah dibuktikan ada hasil-hasil olahan dari Dusun Sidomulyo, Jambewangi yang dibuat langsung oleh lansia dan perempuan orang tua,” kata Dwi.

Untuk remaja, Pemkab Banyuwangi menekankan pentingnya pendidikan. Sehingga angka pernikahan dini bisa ditekan seminimal mungkin.

“Tadi yang dijelaskan di Thailand dan Romania mereka justru berusaha mendorong kepada para remaja untuk bisa memiliki anak. Tapi, kita justru untuk menunda, dan sudah dibuktikan setiap ada PPDB (penerimaan) kita justru kekurangan murid,” ucapnya.

“Bukan karena apa, ini akhirnya disimpulkan ada keberhasilan dalam keluarga berencananya khusus untuk para remaja,” imbuh Dwi.

Untuk balita, di kampung-kampung sudah menerapkan semacam permainan game untuk tumbuh kembang anak.

Bahkan, tambah Dwi, ada wadah khusus yang digunakan sebagai alat pengawet ASI (air susu ibu) terutama di daerah pegunungan yang tidak memiliki kulkas. 

Cara kerjanya, warga meletakkan bejana lalu dibawahnya terdapat air kemudian asi disimpan di bejana tersebut lalu ditutup. Hasilnya, ASI bisa bertahan sampai 4 jam.

“Tapi ini masih perlu diuji secara laboratorium. Nanti, jika hasil lab hasil ujinya berhasil, maka metode tersebut bisa direplikasi seluruhnya di Kampung KB,” jelas Dwi.

Tambahan informasi, kedatangan para delegasi sejumlah negara ke Banyuwangi dalam rangkaian Ambassador Goes To Kampung KB BKKBN, yang berlangsung di Banyuwangi, 13-15 Mei 2024. 

Di antara utusan negara yang hadir adalah Dubes Romania Dan Adrian Balanescu, Dubes Thailand Prapan Disyatat, Utusan Khusus Seychelles to ASEAN Nico Barito, Charge D'affairs of the Embassy of Zimbabwe Viola Matongorere. Juga hadir perwakilan delegasi dari Kenya, Finland, United Arab emirates, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia.

Selain itu dari organisasi internasional hadir kepala Deputi WHO Indonesia Momoe Takeuchi, Director Program Office US Agency for International Development Monica Pons dan Representative UNFPA Verania Andria.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV