SUARA INDONESIA

Pangdam V/Brawijaya Dukung Ketahanan Pangan di Jatim

Muhammad Nurul Yaqin - 21 May 2024 | 15:05 - Dibaca 682 kali
News Pangdam V/Brawijaya Dukung Ketahanan Pangan di Jatim
Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay saat konferensi pers didampingi jajaran. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay mengungkapkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan di Jawa Timur (Jatim).

Mayjen Rafael menyebut, Jawa Timur merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia. Memiliki sawah tadah hujan dengan luasan kurang lebih mencapai 498.088 hektare.

Dengan luasan pertanian itu, kata dia, adapun yang perlu diantisipasi adalah dampak El Nino atau kemarau panjang setelah Juli mendatang. TNI setidaknya telah menyiapkan sejumlah langkah dalam menyukseskan program pemerintah ini.

“Situasi El Nino nanti perlu diantisipasi dini, karena cukup rawan dalam pengembangan sawah kita,” kata Rafael usai acara Apel Komandan Satuan (Dansat) di Banyuwangi, Selada (21/5/2024).

Ia menjelaskan, dengan kekayaan sumberdaya pertanian yang ada di Indonesia, pemerintah berharap RI kedepan bisa menjadi negara eksportir beras.

Bahkan TNI AD sudah melakukan MoU bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk melakukan pendampingan kepada para petani dalam mengoptimalisasi lahan sawahnya.

Khusus di Jatim, Rafael menyebut, dari 498.088 hektare sawah tadah hujan yang ada hanya termanfaatkan 36 ribu hektare. Itupun periode panennya hanya sekali dalam setahun.

“Kami akan terus genjot dan lebih dioptimalkan lagi yang awalnya satu tahun satu kali, bisa dua sampai tiga kali tanam. Itu harapan kita,” ungkap jenderal bintang dua ini.

Rafael mengatakan, sudah banyak program yang dijalankan TNI bersama pemerintah dalam mendongkrak ketahanan pangan. Diantaranya pompanisasi dan pipanisasi.

“Kedepan Mentan sudah menyampaikan akan mendukung wilayah Jatim 3.000 pompa air untuk irigasi pertanian,” ujarnya.

TNI juga membangun kerjasama dengan Balai Besar Sungai untuk dapat menyuplai air ke sawah-sawah yang berada di sepanjang Sungai Brantas maupun sungai Bengawan Solo yang melintas di Jawa Timur.

“Sehingga ini dapat menghidupkan para petani kita dan dapat memberikan kesejahteraan bagi petani,” harapnya.

Pangdam turut memerintahkan kepada seluruh Dandim di wilayah Jatim untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas jagung.

“Untuk Jagung setiap wilayah harus bisa mencapai 200 hektare. Sehingga kedepan kita tidak kesulitan jagung,” tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV