SUARA INDONESIA

Fenomena Arus Bawah Laut Disertai Terang Bulan, Sebabkan Ratusan Kapal Nelayan di Pemalang Nganggur

Ragil Surono - 21 May 2024 | 19:05 - Dibaca 542 kali
News Fenomena Arus Bawah Laut Disertai Terang Bulan, Sebabkan Ratusan Kapal Nelayan di Pemalang Nganggur
Nampak kapal nelayan terparkir di Pelabuhan Tanjung Sari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PEMALANG - Akibat munculnya bulan penuh atau terang bulan dan arus deras bawah laut di perairan utara laut Jawa, membuat ratusan kapal nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, absen melaut.

Fenomena alam terang bulan ini menyebabkan banyak nelayan berpikir dua kali untuk pergi melaut mencari ikan. Karena nelayan berpotensi merugi.

Menurut Anto (45), nelayan setempat, banyak nelayan enggan melaut karena terang bulan. "Saya sudah lima kali pada musim terang bulan pergi melaut, tapi hanya dua kali berhasil bawa uang dari hasil tangkapan ikan," tuturnya, Selasa (21/5/2024).

Lebih lanjut Anto menjelaskan, terang bulan di tengah menyebabkan arus bawah laut menjadi besar, sehingga tidak banyak ikan yang bisa ditangkap. Ditambah terangnya sinar bulan menyebabkan banyak ikan lari masuk ke bawah air, menyelinap di terumbu karang.

“Untuk pergi melaut dengan menggunakan perahu ukuran sedang, diperlukan modal bahan bakar dan perbekalan sekitar Rp 2,5 juta. Sementara hasil tangkapan ikan sedikit, harga lelangan juga murah sehingga kami merugi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pemalang, Abul Hasan, membenarkan jika sudah beberapa bulan ini, ratusan kapal nelayan terparkir di sepanjang muara pelabuhan Tanjung Sari. "Lagi terang bulan, sehingga banyak nelayan tidak melaut," katanya.

Akibat banyaknya nelayan yang tidak melaut, pedagang ikan di sekitar TPI juga terdampak. Pasokan ikan dari nelayan setempat sepi. Jika ada, ikan yang dijual oleh pedagang, kebanyakan kiriman dari pelabuhan Kota Tegal. Imbasnya, kondisi ikan sudah tidak segar karena diawetkan menggunakan es batu.

Menurut penuturan beberapa nelayan Tanjung Sari, sudah hampir enam bulan lamanya banyak kapal tidak berangkat melaut. Kebanyakan para nelayan mengisi kekosongan dengan memperbaiki perahu. Ada juga yang melakukan pekerjaan sampingan, sesuai keahlian masing-masing. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV