SUARA INDONESIA

Udang Kipas Jadi Buruan Nelayan Pemalang, Diekspor ke Singapura hingga Tiongkok

Ragil Surono - 21 May 2024 | 19:05 - Dibaca 513 kali
News Udang Kipas Jadi Buruan Nelayan Pemalang, Diekspor ke Singapura hingga Tiongkok
Udang kipas yang ditampung dalam ember untuk dijual ke para pengepul. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PEMALANG - Udang kipas atau nelayan di pelabuhan Tanjung Sari Pemalang menyebutnya sebagai udang pletok, keberadaanya kini sulit dicari di perairan utara laut jawa, semakin hari semakin sulit ditemui, kalau ada harganya bisa bikin geleng-geleng kepala pembelinya.

Berkaitan dengan arus bawah laut yang kencang serta fenomena terjadinya terang bulan di tengah laut utara jawa, sehingga menyebabkan banyak Nelayan menganggur, tidak pergi melakukan aktivitas melaut seperti biasanya.

Anto kumis (45) Seorang nelayan warga kelurahan Sugihwaras, kecamatan Pemalang kota sudah hampir 6 bulan lamanya tidak mencari nafkah pergi melaut karena terjadinya fenomena arus deras yang dibarengi dengan munculnya terang bulan tersebut, akhirnya beralih mengandalkan jual beli udang Kipas.

Seperti hari ini Selasa 21 Mei 2024, lelaki dengan berperawakan tegap serta berkumis ini dijumpai di tempat warung makan depan kantor Satpolairud Pemalang sedang minum kopi sembari menunggu para Nelayan barangkali dapat Udang kipas untuk dibelinya,

"Sudah hampir enam bulan saya menganggur tidak melaut karena arus deras dan terang bulan sehingga sulit untuk mencari ikan," tutur Anto.

Untuk mengganti pekerjaanya, dirinya menjadi pembeli hasil tangkapan nelayan berupa Udang kipas untuk kemudian dijual kembali,

"Ini baru dapat dua ekor udang Kipas, ukuran sekitar 20-an sentimeter panjangnya, saya beli dua ekor tadi Rp 60 ribu per ekor, saya kumpulkan di rumah dalam kondisi udang masih hidup, nanti kalau sudah cukup jumlahnya, saya jual ke pengepul di kota Cirebon," terang Anto.

Masih menurutnya harga jual untuk udang dengan kualifikasi super, panjang antara 30- 40 centimeter bisa sampai Rp 200 ribu per ekornya.

"Alhamdulillah mas buat pengganti saya nggak melaut, untuk sekali kirim sekitar 100-an ekor udang, hasil saya membeli dari nelayan kemudian dikumpulkan," tutupnya.

Terpisah, Ketua DPC HNSI Kabupaten Pemalang Abul Hasan mengatakan, jika pembelian udang kipas walaupun sedikit demi sedikit, jika terkumpul ratusan ekor nilai uangnya cukup lumayan,

"Ratusan ekor udang Kipas, jika dijual nilainya sama dengan puluhan Basket ( wadah ikan ) ikan teri," ungkapnya.

Sulitnya mencari udang kipas tersebut dikarenakan arus bawah laut yang deras di perairan utara Jawa saat ini, ditambah terang bulan.

Sementara bila arus air laut tidak deras udang kipas tersebut tidak terbawa arus dan kemungkinan udang tersangkut di jaring nelayan sangat kecil.

Sementara itu harga jual udang kipas di tingkat pengepul lagi bagus, Dimana untuk satu ekor udang kipas berkisar dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung ukuran udang, yang paling mahal ukuran super .

Udang kipas dari Kabupaten Pemalang merupakan salah satu andalan ekspor Provinsi Jawa Tengah, sebagian besar dikirim ke Jakarta, yang selanjutnya diekspor ke Singapura, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV