SUARA INDONESIA

Tanam Seribu Mangrove, Penyuluh Agama Probolinggo Komitmen Rawat Bumi dan Umat

Lutfi Hidayat - 30 May 2024 | 13:05 - Dibaca 867 kali
News Tanam Seribu Mangrove, Penyuluh Agama Probolinggo Komitmen Rawat Bumi dan Umat
Penyuluha agama bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur (tengah baju batik), sebelum penanaman seribu pohon mangrove. (Foto: Lutfi Hidayat/Suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Penyuluh Agama PNS, PPPK maupun Non PNS Kemenag Kabupaten Probolinggo menanam seribu pohon mangrove di area wisata Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kamis (30/5/2024).

Penanaman pohon mangrove itu dalam rangka memperingati hari lahir Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-1, yang diawali secara simbolis oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Samsur didampingi Camat Paiton, Ketua PD IPARI Kemenag Kabupaten Probolinggo, dan pengelola wisata Pantai Duta.

Samsur mengatakan, Penyuluh Agama tidak hanya terfokus pada urusan umat saja, tapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya.

“Ini bagian dari eksistensi diri Penyuluh Agama Republik Indonesia. Selalu berkomitmen merawat bumi dan memperkuat moderasi beragama kita, agar umat itu adem, ayem, tentram dan damai,” ungkapnya.

Samsur menambahkan, 1 pohon mangrove yang ditanam dan tumbuh dengan baik, akan membawa manfaat pada kelestarian alam. “Dan ini juga menjadi ladang amal jariyah untuk kita semua. Jadi mari bersama-sama Penyuluh Agama kita rawat alam kita ini,” imbuhnya.

Sementara koordinator lapangan penanaman pohon mangrove harlah IPARI ke-1, Sayyidina Ali menyebut ada lebih dari 100 orang Penyuluh Agama yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Yang hadir 75 persen dari total Penyuluh Agama 198 orang. Setelah kita berdiskusi, ternyata satu lembar daun berukuran kecil seperti daun mangrove, dapat menghasilkan 1,5 kilogram oksigen untuk kita hirup. Nah bagaimana jika ada jutaan daun nantinya?” terang PPPK Penyuluh Agama Islam ini.

Usai menanam mangrove, para Penyuluh Agama itu membubarkan diri dengan membersihkan sampah di sekitar area wisata tersebut. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV