SUARA INDONESIA

Jombang Duduki Peringkat Kedua Kasus Peredaran Narkoba di Jawa Timur, Pemkab Lakukan Ini!

Gono Dwi Santoso - 30 May 2024 | 22:05 - Dibaca 713 kali
News Jombang Duduki Peringkat Kedua Kasus Peredaran Narkoba di Jawa Timur, Pemkab Lakukan Ini!
Pj Bupati Jombang Sugiat, Ketua Harian LRPPN Jatim Siswanto, Kasatnarkoba Polres Jombang AKP Ahmad Yani dan peserta sosialisasi saat foto bersama di gedung Bung Tomo Pemkab Jombang, Kamis (30/05/2024). (Foto: Gono Dwi Santoso/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, JOMBANG- Pemkab Jombang melalui bagian hukum sekretariat daerah, menggelar penyuluhan bahaya narkoba bagi pelajar di ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Kamis (30/05/2024).

Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, mengingat Kabupaten Jombang menduduki peringkat kedua di Jawa Timur dalam kasus peredaran narkoba.

Penyuluhan yang bertemakan "Giat Cegah Penyalahgunaan Narkotika Bagi Remaja Mewujudkan Generasi Tangguh Berprestasi" ini menghadirkan narasumber dari Satresnarkoba Polres Jombang dan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Provinsi Jawa Timur.

Pj Bupati Jombang, Sugiat, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya atas tingginya kasus peredaran narkoba di Jombang, khususnya di kalangan generasi muda.

"Jombang ini letaknya strategis di tengah-tengah, perlintasan. Ini juga selain strategis dalam lalu lintas, juga dimanfaatkan juga oleh para pengedar narkoba," tutur Sugiat.

Oleh karena itu, Pemkab Jombang berkomitmen untuk menekan peredaran narkoba di kota santri ini. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar penyuluhan dan mendirikan kampung bersinar atau kampung bersih narkoba.

"Akan kita tindak lanjuti dengan kampung bersinar, yang beberapa waktu lalu kita sudah resmikan di Desa Sambongdukuh. Dan ini perlu diteruskan di Desa lain," pungkasnya.

Ditemui seusai pembukaan kegiatan sosialisasi, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Ahmad Yani, menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan tindakan preventif untuk menekan peredaran narkoba di kalangan pelajar.

"Harapannya kedepan kita dan pak Bupati, supaya tidak ada pengguna narkotika pemula ini. Dan harapannya ke generasi penerus kita inilah ya karena kita juga akan pensiun dan adik-adik kita inilah penerus kita nantinya," kata Yani.

"Sehingga kita berharap agar mereka ini tidak terpapar sama yang namanya Narkotika. Dan harapan kita Jombang zero narkoba," ujarnya.

Yani menambahkan, selama dua minggu bertugas menjadi Kasat Resnarkoba Polres Jombang, ia sudah melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba di kota santri.

"Saya masih dua minggu bekerja di sini, dan kita kemarin sudah rilis, ungkap kasus narkoba, dan kita tangkap 13 orang pengedar narkoba di Jombang," tuturnya.

Ahmad Yani mengatakan nantinya Polres Jombang, bekerjasama dengan LRPPN Jatim, serta pemerintah Kabupaten Jombang untuk melakukan sosialisasi di Desa-desa.

"Di sini kita ada lembaga LRPPN, bekerjasama dengan BNN, melakukan rehab pengguna narkoba. Dan kita akan lakukan penyuluhan ke desa-desa secara masif, dengan melibatkan LRPPN bekerjasama dengan kita, dengan pemerintah desa, dengan guru BK, dan para Kanit Reskrim di jajaran, Polres Jombang untuk masif melakukan penyuluhan di Jombang," pungkasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Gono Dwi Santoso
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV