SUARA INDONESIA

Banyuwangi Kolo Semono Sukses Tingkatkan Kunjungan ke Museum Blambangan

Muhammad Nurul Yaqin - 05 June 2024 | 19:06 - Dibaca 552 kali
News Banyuwangi Kolo Semono Sukses Tingkatkan Kunjungan ke Museum Blambangan
Museum Blambangan Banyuwangi ramai pengunjung. (Foto: Istimewa).
SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Pameran Banyuwangi Kolo Semono sukses meningkatkan jumlah pengunjung di Museum Blambangan.

Ya, pameran Banyuwangi Kolo Semono sudah berlangsung sejak, Senin, 3 Juni 2024 yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat. 

Tak hanya menikmati pameran aksi panggung, para pengunjung juga tertarik untuk mengintip peninggalan sejarah yang tersimpan di dalam Museum Blambangan. 

Peningkatan jumlah pengunjung ini tentunya disambut baik oleh pihak pengelola Museum Blambangan. 

“Dengan adanya acara ini, masyarakat semakin tahu bahwa di Banyuwangi juga ada museum, karena sebagian besar masyarakat Banyuwangi tidak tahu kalau Kabupaten Banyuwangi memiliki museum, apalagi masyarakat yang jauh dari kota,” ungkap Bayu Ari Wibowo, pemandu museum. 

Jumlah pengunjung Museum Blambangan terhitung meningkat sebanyak 30 persen dibanding hari-hari biasa. 

Kali ini, pengunjung pun tak hanya terbatas pada siswa sekolah atau kunjungan komunitas, tetapi juga masyarakat umum. Bayu menambahkan bahwa sebagian besar masyarakat umum itu awalnya hanya berniat mengunjungi pameran. 

Keberadaan Museum Blambangan memang menjadi salah satu inspirasi pameran Banyuwangi Kolo Semono. 

Destinasi wisata sejarah ini memiliki sebanyak 4.300 koleksi benda bersejarah yang terbagi ke dalam empat timeline besar, yakni era prasejarah, Hindu-Budha, Islam dan kolonial. 

Sementara untuk jenis atau bentuk koleksi, terdapat etnografi, arkeologi, numistika, filologika, historika, teknologika dan beragam seni rupa. 

“Saya baru tahu di sini ada museum. Senang rasanya bisa membaca sejarah sekaligus melihat benda peninggalannya. Koleksinya juga cukup lengkap dan otentik, saya sepertinya mau ke sini lagi ajak keluarga," terang Dinda, pengunjung asal Srono. 

Sebagai informasi, Banyuwangi Kolo Semono masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Juni nanti. Pengunjung dapat sekaligus mengunjungi Museum Blambangan untuk menggali pengetahuan baru yang sangat menarik. 

Selain itu, para pengunjung juga bisa menikmati berbagai pertunjukan budaya, kuliner dan jamu tradisional, penyewaan busana adat untuk foto, hingga pijat tradisional. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV