SUARA INDONESIA, TTU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menggelar kegiatan Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) tingkat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Aula Bale Biinmafo, Kantor Bupati TTU, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya antikorupsi serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, serta dihadiri Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, Ketua Satgas Survei Integritas KPK RI, Kapolres TTU, Dandim 1618/TTU, Wakil Ketua DPRD TTU, para Asisten Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI, Amir Arief, menegaskan bahwa kehadiran KPK di daerah merupakan bagian dari strategi pencegahan agar praktik korupsi dan berbagai bentuk penyalahgunaan wewenang tidak terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pendekatan pencegahan menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi pelanggaran dan tindak pidana korupsi melalui penguatan integritas aparatur serta keterlibatan aktif masyarakat.
Amir Arief juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten TTU atas komitmen dan komunikasi yang telah dibangun secara intensif sejak Maret 2026 hingga terselenggaranya Roadshow JNBA di Kabupaten TTU.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan rangkaian kegiatan JNBA dengan mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
"Saya mengajak seluruh masyarakat, termasuk bersama keluarga, untuk berbelanja di stand-stand UMKM yang hadir selama pelaksanaan JNBA. Dukungan terhadap produk lokal merupakan bagian dari membangun ekonomi yang sehat dan berintegritas," ujarnya.
Amir Arief menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas KPK atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Peran kita semua sama sebagai pemerhati antikorupsi di lingkungan masing-masing. Budaya antikorupsi harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat luas," katanya.
Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten TTU sebagai lokasi pelaksanaan Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi KPK RI.
Menurut Bupati, kehadiran KPK merupakan bentuk dukungan nyata dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KPK RI atas kehadirannya di Kabupaten TTU. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat dengan penuh integritas," ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa gerakan antikorupsi harus dibangun sebagai sebuah budaya, bukan sekadar slogan. Karena itu, nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Bupati berharap kegiatan Roadshow JNBA tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi serta memperkuat integritas dalam setiap aspek pelayanan publik. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rolandus Tahoni |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi