SUARA INDONESIA

Wabup Bondowoso Sebut Hoax, Penyebab Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19

Bahrullah - 22 July 2021 | 21:07
Pemerintahan Wabup Bondowoso Sebut Hoax, Penyebab Warga Ambil Paksa Jenazah Covid-19

BONDOWOSO - Dua pekan terakhir terjadi pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Bondowoso oleh warga dan keluarga di dua lokasi berbeda. Yakni di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan dan Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari.

Irwan Bachtiar Rahmat Wakil Bupati Bondowoso menyebutkan, setelah dilakukan identifikasi terkait pengambilan paksa jenazah Covid-19  ternyata salah satu penyebabnya yakni informasi hoax.

"Hoax yang beredar sebelum pemakaman dikabarkan jenazah pasien Covid-19 diotopsi, dan organ tubuh jenazah diambil," ujarnya, Kamis (22/7/2021).

Kondisi ini pun kat Wabup Irwan semakin diperparah dengan keterlambatan datangnya jenazah ke rumah duka dan provokasi yang terjadi di lapangan. Kemudian karena faktor itulah muncul ketakutan-ketakutan di masyarakat.

Padahal, lanjut Irwan, pada saat proses pemandian jenazah di kamar jenazah RSUD dr. Koesnadi dari pihak keluarga sudah bisa turut mendampingi proses pemulasaran dengan disediakan Alat Pelindung Diri (APD).

"Sebetulnya kita sudah memberikan ruang kepada pihak keluarga untuk memandikan dan pemulasaran jenazah," ujarnya.

Terkait keterlambatan datangnya jenazah,  jelasnya, untuk armada ambulance akan dibuat grup yang standby di Kecamatan untuk membantu mem-back up bila terjadi proses antrian pemakaman di rumah sakit.

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya peran Forpimca untuk lebih proaktif dalam mengedukasi kepada masyarakat.

" Peran Camat, Danramil, Kapolsek Ini harus lebih proaktif lagi melakukan pendekatan kepada masyarakat," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, M. Imron menerangkan, jika memang keluarga tak mau menggunakan peti jenazah, diperbolehkan.

Namun, harus tetap mematuhinya protokol kesehatan. Salah satunya,  tidak boleh membuka kembali kantong jenazah hingga dimakamkan.

Jika hendak menyerahkan tanah pada jenazah, kata Imron, agar keluarga berkoordinasi dengan tim pemulasaran.

"Silahkan menggunakan kantong jenazah. Regulasinya boleh. Tetapi penggunaan kantong jenazah ini tetap menjadi pilihan kedua. Tidak boleh membuka kantong jenazah," tutupnya.

Pewarta : Bahrullah
Editor : Imam Hairon

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya