SUARA INDONESIA

Wagub Jatim Tinjau Jembatan Sentong Ambrol di Bondowoso, Emil Dardak Targetkan Pengerjaan Proyek Dimajukan

Bahrullah - 25 February 2026 | 15:02 - Dibaca 596 kali
Peristiwa Wagub Jatim Tinjau Jembatan Sentong Ambrol di Bondowoso, Emil Dardak Targetkan Pengerjaan Proyek Dimajukan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak (tengah), berjalan bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso saat meninjau lokasi ambrolnya Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, dengan pengawalan aparat TNI, Polri, dan Satpol PP.

SUARA INDONESIA,BONDOWOSO - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, meninjau langsung lokasi ambrolnya Jembatan Sentong di kawasan Nangkaan, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan ulang jembatan yang telah berusia lebih dari satu abad itu.

Dalam peninjauan tersebut, Emil didampingi KH Abdul Hamid Wahid Bupati dan KH As'ad Yahya Syafi'i Wakil Bupati Bondowoso bersama jajaran Kepala Dinas BSBK, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala BPBD Bondowoso. Kunjungan berlangsung dengan pengawalan ketat Satpol PP, anggota TNI, dan Polri.

Di hadapan awak media dan warga sekitar, Wagub Jatim Emil menegaskan pembangunan Jembatan Sentong akan dimajukan dari jadwal semula. Awalnya, proyek direncanakan mulai April 2026, namun akibat ambrolnya jembatan, pengerjaan dipastikan dipercepat mulai bulan ini.

“Karena kondisinya sekarang sudah tidak bisa dilalui, maka prosesnya kita percepat. Targetnya bisa mulai berjalan saat Ramadan,” ujar Emil, Rabu (25/02/2026).

Emil menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil inisiatif penuh dalam perencanaan, penganggaran, hingga proses pengadaan atau lelang pembangunan ulang.

Kata Emil, Jembatan baru nantinya akan menggunakan balok girder dengan konstruksi yang lebih kokoh dan lebar.

Lebar jembatan yang sebelumnya hanya sembilan meter akan diperluas menjadi 14 meter. Dengan spesifikasi tersebut, diharapkan daya tampung dan tingkat keselamatan jembatan meningkat signifikan.

Menurut Emil, rencana pembangunan ulang sebenarnya telah disusun sebelumnya. Kondisi ambrolnya jembatan justru membuktikan bahwa bangunan tersebut memang sudah rapuh karena faktor usia yang diperkirakan melampaui 100 tahun.

“Ini semakin menguatkan keputusan kita untuk membangun ulang. Jadi ketika kejadian seperti sekarang terjadi, kita bisa bergerak cepat karena tinggal penandatanganan kontrak,” jelasnya.

Dia memperkirakan proses pembangunan akan memakan waktu sekitar delapan bulan. Meski dipercepat, Emil menegaskan kualitas dan keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas utama.

“Mutu tidak boleh dikorbankan. Kita tidak ingin tergesa-gesa tapi mengurangi kualitas. Presisi pembangunan jembatan itu sangat penting,” tegasnya.

Atas amanah Gubernur Jawa Timur, Emil bersama Bupati Bondowoso turun langsung menemui warga untuk memberikan penjelasan. Ia memastikan jembatan tersebut tidak dapat dilalui sama sekali, termasuk untuk pejalan kaki.

Ada usulan dari sebagian warga agar dibuatkan jembatan darurat dari bambu di sisi lokasi. Namun Emil menilai langkah tersebut berbahaya, terlebih area sekitar juga akan terdampak pelebaran dan proses penggalian.

“Kalau hanya untuk pejalan kaki pun tetap tidak memungkinkan karena ada pekerjaan penggalian. Jadi harus ditutup total demi keselamatan,” katanya.

Ia bersyukur masyarakat dapat memahami kondisi tersebut. Meski harus menghadapi kesulitan sementara, Emil optimistis pengorbanan selama delapan bulan akan terbayar dengan hadirnya jembatan yang kokoh dan berumur panjang.

Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan ulang Jembatan Sentong sebesar Rp17,5 miliar. Emil berharap jembatan baru ini menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso hingga satu abad mendatang.

Untuk sementara waktu, masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan kabupaten. Emil mengakui terdapat sejumlah lubang di ruas tersebut, sehingga perlu perbaikan segera.

Bupati Bondowoso telah berkomitmen menangani kerusakan jalan alternatif agar tetap aman dilalui. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan membantu melalui program bantuan aspal dari Dinas Pekerjaan Umum provinsi, sementara pengerjaan dilakukan pemerintah kabupaten.

Terkait dampak terhadap aktivitas perdagangan dan ekonomi warga sekitar, Emil menyebut pemerintah akan melakukan kajian mendalam. “Kami tidak ingin menjanjikan sesuatu tanpa perhitungan matang, karena pembangunan jembatan ini sendiri membutuhkan anggaran besar,” tandasnya.

Sementara, KH Abdul Hamid Wahid Bupati Bondowoso memastikan Jembatan Sentong akan segera diperbaiki oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Dalam peninjauan ke Jembatan Sentong itu, Bupati Ra Hamid didampingi Kepala Dinas BSBK, Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso dan Kepal BPBD Bondowoso.

Saat di lokasi Jembatan Sentong, KH Abdul Hamid menyoroti sejumlah titik struktur jembatan yang mengalami kerusakan parah, terutama di bagian sudut penopang yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Menurutnya, pemerintah provinsi telah merencanakan dan akan melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.

Dokumen perencanaan disebut sudah rampung dan proses administratif kini memasuki tahap penetapan pemenang tender pelaksanaan proyek.

“Perencanaannya sudah selesai, pelaksananya juga sudah ada, tinggal penetapan pemenang tender. Informasi yang kami terima, perbaikan segera dilakukan,” ujarnya di lokasi.

Dia menambahkan, pemerintah daerah telah mengambil langkah pengamanan sementara di sekitar jembatan agar masyarakat tetap bisa melintas dengan aman meski akses sedikit tterganggu.

"Langkah itu meliputi pembatasan area rawan dan pengaturan arus kendaraan," ujarnya.

Bupati Ra Hamid berharap proses administrasi di tingkat provinsi dapat segera tuntas sehingga pembangunan fisik bisa dimulai secepatnya, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital warga sekitar.

“Kami pastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Memang ada ketidaknyamanan sementara, tetapi pengamanan sudah dilakukan agar tetap aman dilalui,” katanya.

Kerusakan jembatan ini sebelumnya dilaporkan warga setelah bagian struktur penyangga mengalami ambrol akibat faktor konstruksi dan tekanan beban.

"Pemerintah daerah kini terus memantau kondisi lapangan sambil menunggu pelaksanaan proyek perbaikan resmi dari pemerintah provinsi," ujarnya.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan membahas langkah konkret untuk meringankan beban warga terdampak, khususnya pelaku usaha di sekitar lokasi. Hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan lebih lanjut oleh Bupati kepada masyarakat.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV