SUARA INDONESIA

Status Siaga Kekeringan Ditetapkan, Bupati Fauzi Instruksikan Perlindungan Sektor Pertanian

Wildan Mukhlishah Sy - 06 July 2026 | 20:07 - Dibaca 36 kali
Peristiwa Status Siaga Kekeringan Ditetapkan, Bupati Fauzi Instruksikan Perlindungan Sektor Pertanian
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga kekeringan seiring memasuki musim kemarau. Menghadapi hal itu, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa sektor pertanian, tak boleh luput dari perhatian serius seluruh jajaran pemerintah. 

Menurutnya, berbagai aspek yang berkaitan dengan aktivitas pertanian, mulai dari hasil panen, ketersediaan air hingga jaringan irigasi, harus dipastikan berjalan optimal. Sehingga produktifitas hasil panen dapat terjaga dengan baik.

"Sektor pertanian harus benar-benar mendapatkan perhatian secara maksimal saat memasuki musim kemarau. Mulai dari hasil panen, ketersediaan air hingga irigasi harus menjadi fokus bersama agar produktivitas petani tetap terjaga," tegas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Senin (6/7/2026).

Dia menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan secara berkelanjutan.

Fauzi menyebut, Kabupaten Sumenep memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat besar dengan luas lahan pertanian mencapai lebih dari 103 ribu hektare.

Potensi tersebut didukung beragam komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun hingga sektor peternakan, yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

"Kabupaten Sumenep dikaruniai potensi sumber daya alam yang sangat besar dengan potensi wilayah lahan pertanian seluas 103 ribu hektare lebih, dengan komoditas unggulan berupa padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun dan ternak," katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid mengaku, sejauh ini pihaknya secara konsisten berupaya memperkuat berbagai program pendampingan bagi petani, sekaligus memastikan dukungan sarana dan prasarana pertanian tetap tersedia.

"Apa yang disampaikan Bupati menjadi perhatian kami. Alhamdulillah, bagi masyarakat Madura khususnya Sumenep, dua musim yang kita miliki, yaitu musim hujan dan musim kemarau, sama-sama menjadi berkah bagi para petani," ujarnya.

Dia mengatakan, musim hujan menjadi momentum peningkatan produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung, maka musim kemarau justru menjadi harapan bagi petani perkebunan, khususnya tembakau yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat Madura.

"Kalau musim kemarau bagus, harapannya kualitas tembakau juga bagus dan harganya semakin stabil. Jadi musim kemarau pun menjadi peluang peningkatan pendapatan bagi petani," kata Chainur.

Untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah musim kemarau, DKPP terus melakukan berbagai upaya, mulai dari pengeboran sumber air, pemeliharaan jaringan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan intensif oleh para penyuluh pertanian.

"Setiap hari para penyuluh melakukan pendampingan kepada petani mulai dari olah tanah, budidaya, edukasi, dukungan sarana berupa alsintan hingga infrastruktur keirigasian. Semua terus kami lakukan agar petani tetap produktif," jelasnya.

Chainur berharap musim kemarau tahun ini dapat dimanfaatkan petani sebagai momentum meningkatkan produktivitas, khususnya pada sektor perkebunan.

"Kami berharap para petani dapat memanfaatkan musim kemarau ini dengan sebaik-baiknya sehingga tanaman yang dibudidayakan mampu memberikan hasil optimal dan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV