SUARA INDONESIA

SMKN 1 Cipatat Jadi Sekolah Penyangga, Kuota SPMB Tak Seimbang dengan Peminat

Asep Tedi - 06 July 2026 | 18:07 - Dibaca 46 kali
Pendidikan SMKN 1 Cipatat Jadi Sekolah Penyangga, Kuota SPMB Tak Seimbang dengan Peminat
Kepala SMKN 1 Cipatat, Ridwan Gunawan. (Foto: dok. Asep/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, KBB – Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terus meningkat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Sekolah tersebut menjadi salah satu tujuan utama calon murid di wilayah Cipatat sehingga jumlah pendaftar jauh melampaui kuota yang tersedia.

SMKN 1 Cipatat memiliki kuota sebanyak 342 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi 38 siswa.

Pada tahap pemetaan calon murid baru (PCMB), tercatat sebanyak 397 calon murid mendaftar, sementara yang dapat diterima hanya 280 orang.

Pada SPMB Tahap 1 yang dibuka melalui jalur kejuaraan akademik dan nonakademik, kepemimpinan, serta mutasi, jumlah pendaftar mencapai 35 orang. Namun, sekolah hanya menerima 20 calon murid sesuai kuota yang tersedia.

Ketua SPMB SMKN 1 Cipatat, Ratih Pratiwi, mengatakan hingga saat ini kuota yang tersisa untuk SPMB Tahap 2 hanya sebanyak 42 kursi yang akan diperebutkan melalui jalur afirmasi dan jalur domisili.

"Tahun ini SMKN 1 Cipatat menjadi sekolah penyangga karena hanya ada satu SMK negeri di wilayah ini. Jumlah peminat jauh lebih tinggi dibandingkan kuota yang tersedia sehingga diperkirakan masih ada calon murid yang tidak dapat tertampung," ujar Ratih, Senin (6/7/2026).

Ratih menjelaskan, jumlah siswa per kelas pada tahun ajaran 2026/2027 meningkat menjadi 38 orang. Tahun sebelumnya setiap rombongan belajar hanya berisi 36 siswa. Meski kuota bertambah, tingginya minat masyarakat membuat sekolah tetap belum mampu mengakomodasi seluruh pendaftar.

Ia menambahkan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diperkirakan akan dimulai pada 15 Juli 2026 dan berlangsung selama lima hari.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Cipatat, Ridwan Gunawan, mengatakan sebagian besar pendaftar berasal dari Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat.

"Bagi calon murid yang belum diterima di SMKN 1 Cipatat, kami akan mengarahkan mereka ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang telah diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat," kata Ridwan.

Ridwan juga mengungkapkan bahwa jalur afirmasi pada SPMB tahun ini diperkirakan berlangsung sangat ketat. Hal itu karena banyak calon murid berasal dari keluarga buruh tani sehingga jumlah pendaftar melalui jalur afirmasi cukup tinggi, sementara kuotanya terbatas.

"Karena kuota afirmasi terbatas, tidak semua pendaftar dapat diterima meskipun telah memenuhi persyaratan," ujarnya.

Menurut Ridwan, angka putus sekolah di SMKN 1 Cipatat saat ini hampir tidak ada. Tingginya minat masyarakat untuk mendaftar menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah kejuruan.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 1 Cipatat membuka empat program keahlian, yakni Teknik Ketenagalistrikan (2 rombongan belajar/rombel), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (2 rombel), Desain Komunikasi Visual (2 rombel), dan Manajemen Perkantoran (3 rombel). (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV