SUARA INDONESIA, NGAWI - Insiden tabrakan adu banteng melibatkan tujuh pelajar terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026). Akibatnya, lima pelajar mengalami luka ringan, satu mengalami luka berat, dan satu pelajar meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Polres Ngawi IPTU Agus Harianto, mengatakan tabrakan terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di Jalan Raya Ngawi-Kedunggalar, tepatnya masuk Dusun Durenan, Kecamatan Kedunggalar.
Agus menceritakan, kronologi insiden tragis yang merenggut nyawa pelajar kelas 1 SMA bernama Sabda Aji Nugroho (15) itu, berawal dari arah selatan.
Tiba-tiba melaju rombongan tiga kendaraan sepeda motor, Sabda yang berada paling belakang hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Namun naas, dari arah berlawanan muncul Honda Mega Pro dengan kecepatan tinggi yang dikendarai Ganis pelajar SMP, tabrakan pun tak bisa dihindari.
"Saat tabrakan adu banteng terjadi, korban Sabda jatuh ke kanan kemudian ditabrak dua kendaraan temannya tadi yang disalip. Sehingga total ada empat kendaraan yang terlibat dengan korban 7 pelajar," kata Agus.
"Dari peristiwa itu, satu pelajar bernama Sabda Aji Nugroho usia 15 tahuj asal sekolah SMK Nagara meninggal dunia di lokasi dengan luka bagian kepala," imbuhnya.
Dari kejadian itu, Agus mengimbau kepada orang tua agar putra putrinya dilarang mengendarai sepeda motor karena belum cukup umur dan masih dalam kondisi labil.
"Kami meminta aturan berkendara wajib dipatuhi dan kejadian ini tidak terulang kembali karena selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain," tuturnya.
Sementara, informasi yang dihimpun awak media, korban meninggal dunia akibat terjadi pendarahan di kepala bagian belakang, hidung dan patah kaki sebelah kanan.
Untuk korban lainnya rata-rata mengalami luka pada sekujur tubuh namun masih bisa tertolong dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi