SUARA INDONESIA

Kunjungan Dapil di Sidareja Cilacap, Anggota DPR RI Kaisar Serap Aspirasi Warga

Satria Galih Saputra - 14 July 2025 | 22:07 - Dibaca 1.35k kali
Politik Kunjungan Dapil di Sidareja Cilacap, Anggota DPR RI Kaisar Serap Aspirasi Warga
Salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi di acara Silahturahmi dan Kunjungan Dapil Anggota Komisi XI DPR RI Dapil VIII Banyumas-Cilacap dari fraksi PDI Perjuangan, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra di Kecamatan Sidareja. (Foto: istimewa)

SUARA INDONESIA, CILACAP - Anggota Komisi XI DPR RI Dapil VIII Banyumas-Cilacap dari fraksi PDI Perjuangan, Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, yang diwakili oleh timnya, kembali melakukan serap aspirasi di Cilacap, Jawa Tengah.

Serap aspirasi kali ini dilakukan di sela-sela acara Silahturahmi dan Kunjungan Dapil di wilayah Kecamatan Sidareja pada Senin (14/7/2025) sore.

Kegiatan ini berlangsung di Pigola Cafe, dan dihadiri ratusan orang terdiri dari pengurus PAC dan ranting PDI Perjuangan, serta relawan Kaisar dari wilayah Dapil 3 meliputi Kecamatan Cipari, Kedungreja, Patimuan dan Sidareja.

Kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi Kaisar yang kini menjabat sebagai wakil rakyat agar mengetahui langsung keluhan maupun keinginan masyarakat di bawah.

"Acara hari ini selain temu kangen sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Jadi ini lanjutan dari rangkaian kegiatan temu kangen Mas Kaisar kemarin di Banyumas," ungkap Faith Liberta selaku Staf Tenaga Ahli Tim Mas Kaisar saat ditemui.

Adapun aspirasi yang disampaikan warga dalam kesempatan itu diantaranya terkait pertanian, pelabaran jalan hingga soal pengerukkan sungai.

Aspirasi ini disampaikan saat sesi dialog, dimana sejumlah warga yang hadir dalam acara, menyampaikan langsung keluhan serta harapan mereka kepada Tim Mas Kaisar agar diperjuangkan.

"Terkait pelebaran jalan dan pengerukkan sungai ini, perlu kita kaji dulu, ini sudah masuk dalam RT/RW apa belum," tutur Faith.

Selanjutnya, perlunya mengetahui jangka waktu pengerukkan sungai sebelumnya dan yang akan direncanakan. Hal ini mengingat bahwa sungai tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

"Sungai ini ranahnya BBWS dan BBWS ini juga berada di wilayah PU, jadi kita perlu tau jangka waktu antara pengerukkan sungai sebelumnya dan yang akan direncanakan terakhir itu kapan," ujar Faith.

"Dari situ, setelah nanti kita kaji kemudian dari kajian itu kalau misalnya memang ada slot yang tepat baru kita kawal. Dan terkait kelompok tani, ini tadi sudah dibicarakan untuk tahun 2026 mendatang, nanti akan kita lihat juga, kita kaji terus kita kawal," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV