SUARA INDONESIA

Cairkan Komunikasi Kelembagaan, PKB Malang Silaturahim dengan Akar Rumput NU

Aditya Mahatva Yodha - 18 July 2026 | 12:07 - Dibaca 54 kali
Politik Cairkan Komunikasi Kelembagaan, PKB Malang Silaturahim dengan Akar Rumput NU
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Fatkhurrozi (tengah). (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, MALANG - Langkah taktis langsung diambil oleh jajaran pengurus baru DPC PKB Kabupaten Malang. Pasca merampungkan restrukturisasi organisasi, partai berlogo bola dunia ini langsung menggelar safari politik-kemanusiaan ke seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Malang.

Safari terstruktur ini dibidik sebagai ikhtiar awal untuk mencairkan kembali komunikasi kelembagaan sekaligus menyerap aspirasi riil dari para kiai di tingkat akar rumput.

Dalam setiap lawatannya, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Kholiq, mendelegasikan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang Fatkhurrozi, bersama Tim Pendamping Pembentukan Kepengurusan (TPPK).

Pertemuan sengaja dikonsep guyub dengan melibatkan fungsionaris inti MWC NU, mulai dari Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, hingga barisan badan otonom seperti PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor, dan PAC Fatayat NU.

Fatkhurrozi menegaskan bahwa turunnya pengurus kabupaten ke tingkat kecamatan ini bukan sekadar urusan seremonial belaka. Jajaran PKB datang dengan membawa misi tabayun demi mengevaluasi total perjalanan partai di tingkat DPAC. 

"Kami ingin mendengar secara langsung bagaimana pandangan para kiai terhadap perjalanan PKB di masing-masing DPAC. Apa yang sudah baik akan kami pertahankan, dan apa yang masih kurang akan menjadi bahan evaluasi kami," ujar Fatkhurrozi, Sabtu (18/7/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi ruang kurasi untuk menjaring figur potensial yang dinilai layak menakhodai kepengurusan DPAC pada periode mendatang, sehingga kader yang lahir benar-benar amanah dan melekat dengan warga.

Di hadapan para masyayikh, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang ini juga menjabarkan berbagai komitmen kebijakan legislatif yang selama ini dikawal di parlemen. Di antaranya penguatan regulasi dan anggaran yang berpihak pada pesantren, madrasah, guru ngaji, hingga pemeliharaan aset ibadah warga Nahdliyin. 

Fatkhurrozi mengungkapkan secara historis, PKB tidak bisa lepas dari NU.

"Secara historis PKB didirikan lewat penugasan resmi PBNU melalui Tim Lima dan Tim Sembilan pada Juni 1998 silam," terang Fatkhur.

Ada titik temu ideologis yang kuat antara Mabda' Siyasi PKB dan Qonun Asasi NU, meski dalam praktiknya PKB tetap memegang teguh Khittah NU 1926 dengan tidak menyeret jam'iyah ke panggung politik praktis.

Gerakan jemput bola DPC PKB Kabupaten Malang ini mendapat sinyal positif dari struktural NU bawah. Ketua MWC NU Turen KH. Syafaat Muhammad menyampaikan apresiasinya lantaran model silaturahim kelembagaan yang terstruktur rapi seperti ini dinilai baru pertama kali dilakukan. 

"Hubungan NU dan PKB sejatinya bersifat mukhālith atau hubungan keluarga kandung, berbeda dengan parpol lain yang polanya mujāwir atau sekadar bertetangga. Sayangnya, jalinan komunikasi keluarga ini diakuinya sempat berjalan kurang intens akhir-akhir ini," ujar Kyai yang akrab disapa Gus Syafaat tersebut.

Kendati memberi lampu hijau, Gus Syafaat tak pelit melontarkan kritik membangun. Ia menitipkan catatan penting agar para kader PKB, khususnya yang sudah mulus melenggang menduduki kursi DPRD Kabupaten Malang, menghentikan dominasi branding personal. 

"Saat masyarakat merasakan manfaat program, yang wajib dikerek naik adalah marwah institusi partai, bukan sekadar popularitas individu anggota dewan," ujarnya.

"Anggota legislatif dituntut seimbang dalam memoles kapasitas pribadi dan menjaga citra PKB sebagai rumah perjuangan yang lahir dari rahim ulama NU," pungkas Gus Syafaat. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV