SUARA INDONESIA, SURABAYA– Pesatnya denyut kehidupan perkotaan Surabaya, Hotel Mercure Grand Mirama hadir dengan tawaran yang memikat dari Kopi Cafe, sebuah rekomendasi bagi para pencari ketenangan, ruang diskusi, sekaligus destinasi gaya hidup yang tidak menguras dompet, Minggu (29/6/2025).
Berupaya mendobrak persepsi umum bahwa kenyamanan hotel selalu berbanding lurus dengan harga mahal, Kopi Cafe Mercure membuktikan bahwa suasana "homy" dan harga "bersahabat" bukanlah utopia.
"Tujuan kami sebenarnya mengenalkan Kopi Cafe ke luar, karena banyak yang belum tahu bahwa di sini ada alkohol yang bisa dinikmati santai dengan harga terjangkau," jelas Muhammad Sobar, Asisten Outlet Manager Kopi Cafe Mercure Surabaya, Minggu (29/6/2025).
Ia menambahkan, representasi cafe sendiri ingin memperkenalkan bahwa di Kopi Cafe, pengunjung bisa menikmati minum dengan suasana nyaman tidak selalu berarti mahal.
"Ini sekaligus menjadi pilihan tepat bagi penikmat kopi yang membentuk filosofi Kopi Cafe yakni menjadikannya ruang komunal yang inklusif, bukan hanya bagi tamu hotel, tetapi juga masyarakat luas," terangnya.
Strategi Merangkul Publik dan Membentuk Identitas
Narasi yang dibangun Kopi Cafe Mercure bukan tanpa strategi. Mereka secara aktif menggarap segmen pasar yang lebih luas dengan berbagai program inovatif. Salah satunya melalui Bazar Beverage and Cigarette (BBC) yang berfungsi sebagai magnet utama.
Promosi yang masif melalui media sosial juga menjadi kunci untuk memperluas jangkauan. "Kami memang sengaja menggelar beberapa acara tanpa tiket masuk agar banyak orang datang dan mengetahui lebih jauh tentang Kopi Cafe," ungkap Sobar.
Ini adalah langkah cerdas, menjauh dari kesan eksklusif dan merangkul masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer yang ditawarkan.
Sobar tidak ragu menyebut bahwa keunggulan utama Kopi Cafe saat ini terletak pada penawaran minuman beralkohol (spirit) dengan harga yang sangat kompetitif.
"Untuk kopi sendiri, kualitas kami tetap terjaga," imbuhnya, menekankan bahwa pilihan tetap tersedia bagi penikmat kopi yang mencari kualitas.
Lanjut Sobar menerangkan, strategi ini menunjukkan adaptasi Kopi Cafe terhadap dinamika pasar dan preferensi konsumen, tanpa melupakan esensi sebagai sebuah "kafe."
Kenyamanan Multidimensi: Ruang, Musik, dan Pertemuan Lintas Batas
Dengan kapasitas sekitar 40-50 orang, Kopi Cafe Mercure dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal. Area merokok (smoking area) yang terpisah di bagian depan dan teras yang lapang menjadi nilai tambah bagi pengunjung.
"Yang kami tonjolkan sekarang adalah area Kopi Cafe sentral," ujar Sobar, menggarisbawahi desain interior yang fokus pada kenyamanan dan interaksi.
Lebih dari sekadar tempat minum, Kopi Cafe juga bertransformasi menjadi panggung hiburan. Rencana penampilan DJ secara reguler sebulan sekali siap menambah semarak suasana malam. Puncaknya, mulai Juli, setiap hari Kamis dan Jumat, program karaoke akan hadir.
"Jadi, kalau biasanya orang suka berkumpul sambil bernyanyi dan minum, ini akan sangat pas," kata Sobar, menggambarkan bagaimana Kopi Cafe memahami kebutuhan pengunjung untuk bersantai dan berekspresi.
Uniknya, Kopi Cafe juga telah menjadi tujuan favorit bagi wisatawan mancanegara. Tamu-tamu dari Belanda, Prancis, Malaysia, hingga Tiongkok, kerap terlihat menikmati suasana di sini. Hal ini mengindikasikan bahwa daya tarik Kopi Cafe melampaui batas geografis, menjadi titik temu budaya yang menarik di Surabaya.
Optimisme di Tengah Potensi Pertumbuhan
Meskipun belum bisa merinci persentase peningkatan pasar F&B secara spesifik, Sobar tetap menunjukkan optimisme yang kuat terhadap progres program promosi yang sedang berjalan.
"Saat ini kami masih fokus pada promo, jadi belum bisa bicara angka pasti," pungkas Muhammad Sobar, yang mengemban tanggung jawab penuh atas operasional Kopi Cafe Mercure Hotel.
Kopi Cafe Mercure Grand Mirama Surabaya bukan hanya berambisi menjadi tempat minum, tetapi juga membentuk sebuah destinasi gaya hidup. Dengan suasana homy, harga yang mudah dijangkau, hiburan yang variatif, serta kemampuan merangkul berbagai kalangan, termasuk wisatawan mancanegara .
Menurutnya, Kopi Cafe ini menawarkan lebih dari sekadar pengalaman berkuliner. Ia menciptakan ruang yang dibutuhkan, tempat di mana diskusi mengalir santai dan setiap kunjungan terasa seperti plang ke rumah kedua. (ADV)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi