SUARA INDONESIA, CILACAP - Festival Literasi di SD Pius Cilacap berlangsung meriah. Kegiatan tahunan ini, digelar di halaman sekolah, Sabtu (13/6/2026).
Ada yang menarik dalam festival tersebut, dimana pihak sekolah memperkenalkan sejarah tentang Cilacap kepada siswa hingga para orang tua yang hadir.
Sejarah tentang Cilacap ini, diperkenalkan melalui drama kolosal yang menarik perhatian dan dimainkan siswa.
"Kalau di tahun sebelumnya, mengangkat tema tentang budaya, dan lebih banyak pentas seninya. Kalau hari ini tentang sejarah, khususnya sejarah Kabupaten Cilacap," ujar Ketua Panitia Daniel Adi Widodo.
"Nanti ada penampilan Cabaret drama kolosal bertajuk "Cilacap Bumi Hangus", yang dimainkan anak-anak," lanjutnya.
Adapun sejarah "Cilacap Bumi Hangus" ini, menceritakan tentang sejarah perjuangan rakyat yang memperebutkan Cilacap.
"Jadi rakyat dulu pernah memperebutkan Cilacap, dengan membumi hanguskan beberapa wilayah di Cilacap agar musuh Belanda pergi dari Cilacap, dan akhirnya rakyat berhasil menguasai Cilacap," jelas Daniel.
Ia menambahkan, suguhan drama kolosal ini, selain menumbuhkan nasionalisme dan mengembangkan karakter siswa, drama kolosal tersebut sebagai ajang untuk mengenalkan sejarah Cilacap.
"Jadi anak-anak, orang tua maupun guru-guru, semua bisa belajar tentang sejarah yang ada di Cilacap, sekaligus mencintai budaya di Cilacap," ungkap Daniel.
"Selain kita bertempat tinggal di Cilacap, kalau kita lebih mengenal lagi tentang Cilacap, kemudian sejarahnya bagaimana tentu kita akan lebih mencintai tempat tinggal kita," tandasnya.
Selain penampilan drama kolosal, festival tersebut juga diramaikan dengan bazar makanan melibatkan sejumlah pelaku UMKM sekitar, kemudian pentas seni hingga pameran hasil karya siswa.
"Tadi penampilan seni dari siswa kelas 1-3 berupa tari-tarian, ada yang mencari ikan, menanam jagung dan tari lainnya," kata Daniel.
"Terus pentas seni anak-anak yang kemarin ikut Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) berupa pantomim, ada menari juga dan menyanyi," lanjutnya.
Sementara untuk pameran hasil karya siswa ini berupa kerajinan tangan siswa kelas 1-5 yang unik dan menarik serta memiliki nilai jual.
Hasil karya siswa yang dipamerkan seperti miniatur rumah, kendaraan, rak dan lainnya, berbahan daur ulang barang bekas yang diolah sedemikian rupa. "Ini untuk melatih kreatifitas anak-anak," ujar Daniel.
Kepala SD Pius Cilacap, Sr. Gracely Mary, PBHK berharap melalui festival literasi ini, dapat menumbuh kembangkan bakat dan talenta anak-anak, khususnya siswa SD Pius Cilacap.
"Jadi kami di SD Pius Cilacap, tidak hanya mengajarkan ilmu saja kepada anak-anak, tapi kami juga berupaya mengembangkan bakat, talenta dan karakter mereka melalui kegiatan seperti ini," ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi