SUARA INDONESIA, CIREBON - Setiap pekerjaan pasti memiliki resiko kecelakaan, apapun pekerjaannya. Hal ini di antaranya dialami Daryanto, pekerja rentan asal Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Kejadiannya, pada saat memotong batu alam besar di tempat kerjanya, potongan batu tersebut jatuh ke kiri menimpa jari tangan kiri Daryanto hingga remuk. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dioperasi.
Pekerjaan Daryanto memang memiliki resiko sangat tinggi. Namun, itu satu-satunya mata pencaharian warga Desa Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon tersebut.
Masih beruntung dia terdaftar dalam program Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jawa Barat, inisiatif perlindungan program jaminan sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja informal di Jawa Barat.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Ahmad Feisal Santoso, saat mengunjungi kediaman Daryanto menjelaskan, Gubernur Jawa Barat memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran gratis/bersubsidi yang didanai APBD, guna melindungi pekerja dari resiko pekerjaannya.
JKK merupakan manfaat uang tunai dan atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.
Manfaat yang diterima oleh Daryanto adalah pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan) sesuai kebutuhan medis gratis karena ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, manfaat program ini juga memberikan santunan berupa uang jika sampai cacat total tetap/cacat fungsi.
Tidak hanya itu, selama Daryanto tidak mampu bekerja, setiap bulan ia tetap mendapatkan upah atas tanggungan BPJS Ketenagakerjaan, yakni 100% selama 12 bulan pertama dan 50% pada bulan berikutnya sampai sembuh.
Daryanto dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada KDM karena telah diberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Harapannya iurannya dapat terus berlanjut, dan pekerja informal yang didaftarkan ke program BPJS ketenagakerjaan jumlah lebih banyak lagi. (Gan)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : M.Ganefudin |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi