SUARA INDONESIA, SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Surabaya Darmo menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Akselerasi Sinergi Menuju Universal Coverage Jamsostek di Kota Surabaya”. Kegiatan ini berlangsung Kamis (25/6/2026) di Mercure Hotel, Surabaya.
Hadir dalam kegiatan ini Asisten III Administrasi Umum Anna Fajriatin, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, perwakilan dari Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya,
Tampak hadir pula dalam kesempatan itu, 8 camat beserta 38 Lurah di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo atau Surabaya Barat.
Dalam diskusi ini Anna Fajriatin menekankan pada seluruh peserta yang hadir untuk memberikan perlindungan kepada pekerja di sekitar kita seperti Asisten Rumah Tangga (ART) dan Penjaga Keamanan agar di saat terjadi resiko pekerjaan tidak membuat mereka cemas apabila membutuhkan biaya pengobatan di rumah sakit.
Sementara itu Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan pentingnya memberikan perlindungan kepada setiap pekerja di sekitar kecamatan maupun kelurahan guna menjamin keselamatan kerja.
BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra utama perusahaan diharapkan mampu bersinergi dengan Camat dan Lurah secara optimal agar setiap pekerja di sekitar kecamatan dan kelurahan mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan bebas cemas.
Menurut Hebi, dengan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan ini penting untuk keselamatan pekerja dan kelangsungan hidup keluarganya.
Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Muhammad Zulkarnaen, FGD ini digelar sebagai upaya peningkatan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan dan memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Wilayah Kota Surabaya.
Pada sesi FGD, para stakeholder dari berbagai instansi melakukan diskusi intensif mengenai strategi implementasi Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Berbagai tantangan dan solusi dibahas secara mendalam, termasuk optimalisasi kepesertaan pekerja formal, informal maupun jasa konstruksi (Jakon), dan kolaborasi antar instansi untuk memastikan perlindungan sosial yang menyeluruh.
"Melalui diskusi ini diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan semakin kuat dalam memberikan jaminan sosial kepada pekerja. Kami akan terus berupaya mewujudkan universal coverage jamsostek," kata Zulkarnaen.
"Tentunya, upaya ini juga memerlukan sinergi dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha," pungkasnya. (Gan)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : M.Ganefudin |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi