SUARA INDONESIA

Festival Muharram Bondowoso Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp3 Miliar

Bahrullah - 26 June 2026 | 16:06 - Dibaca 44 kali
Advertorial Festival Muharram Bondowoso Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp3 Miliar
Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i secara resmi menutup Festival Muharram 1448 Hijriah dan SAMARA 2026 di Alun-Alun Bondowoso. Festival yang berlangsung hampir tiga pekan itu mencatat transaksi ekonomi sekitar Rp3 miliar serta memperkuat pengemban

BONDOWOSO – Festival Muharram 1448 Hijriah dan Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, di Alun-Alun Bondowoso, Kamis (25/6/2026) malam. Festival yang berlangsung sejak 8 Juni 2026 itu berhasil mencatat transaksi ekonomi sekitar Rp3 miliar sekaligus memperkuat geliat ekonomi syariah di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya Festival Muharram 2026, mulai dari masyarakat, pelaku UMKM, pondok pesantren, perangkat daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, insan media, hingga seluruh pemangku kepentingan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah menunjukkan semangat kolaborasi luar biasa. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama," ujarnya.

Menurut As'ad, Festival Muharram bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk memperkuat syiar Islam, menggerakkan ekonomi rakyat, serta memperluas implementasi ekonomi syariah di Bondowoso.

Ia berharap semangat gotong royong yang terbangun selama festival dapat terus dipertahankan sebagai modal pembangunan daerah menuju Bondowoso yang lebih berkah, maju, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Muharram 2026, Ergiar, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Bank Indonesia melalui program Road to Festival Syariah (FESYAR) SAMARA.

Selama hampir tiga pekan, festival menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan digitalisasi pesantren, tabligh akbar, majelis sholawat, bazar UMKM, seminar ekonomi pesantren, Sharia Innovation for Youth, Samara Run yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, festival jejak purba, kontes ternak, hingga penampilan Mursyid Mostafa Atef asal Mesir.

"Dari hasil estimasi selama pelaksanaan Festival Muharram 2026, nilai transaksi ekonomi yang tercipta mencapai sekitar Rp3 miliar. Nilai tersebut berasal dari aktivitas UMKM yang terlibat langsung maupun pelaku usaha di sekitar kawasan alun-alun," kata Ergiar.

Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, festival juga memberikan manfaat sosial. Sebanyak 2.202 warga mengikuti layanan pemeriksaan mata gratis, sementara 162 orang menjalani operasi katarak tanpa dipungut biaya.

Panitia juga menilai kehadiran Mursyid Mostafa Atef membuka peluang promosi produk unggulan Bondowoso ke pasar internasional melalui jejaring yang terbangun selama kunjungannya.

Dengan berakhirnya Festival Muharram 1448 Hijriah dan SAMARA 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kolaborasi yang telah terbangun mampu menjadi penggerak berkelanjutan bagi penguatan ekonomi syariah, peningkatan daya saing UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah.


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV