SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia Dorong Ahli Waris Penerima Manfaat Jadi Wirausaha

M.Ganefudin - 26 June 2026 | 20:06 - Dibaca 41 kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia Dorong Ahli Waris Penerima Manfaat Jadi Wirausaha
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur bersama Grab Indonesia dan para ahli penerima manfaat di acara pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan di Malang, Jumat (26/6/2026). (Foto: dok. BPJS Ketenagakerjaan)

SUARA INDONESIA, MALANG – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat peran perlindungan sosial ketenagakerjaan dengan menghadirkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga peserta.

Tidak hanya memberikan manfaat berupa santunan, kini juga mendorong ahli waris penerima manfaat mampu mengelola dana santunan secara produktif sehingga dapat menjadi modal membangun usaha berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Grab Indonesia dalam penyelenggaraan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bagi ahli waris penerima manfaat, mitra pengemudi aktif maupun nonaktif, serta pekerja sektor informal.

Program yang dilaksanakan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Malang pada Jumat (26/6/2026) ini, menjadi pilot project pertama di Jawa Timur dan diharapkan dapat direplikasi secara nasional.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direksi BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat literasi keuangan bagi penerima manfaat agar dana santunan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi bekal menciptakan sumber penghasilan baru yang berkelanjutan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan, tantangan BPJS Ketenagakerjaan saat ini tidak hanya memastikan manfaat jaminan sosial tersalurkan dengan baik, tetapi juga memperluas cakupan perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Potensi pekerja yang harus kami lindungi masih sangat besar. Karena itu, pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tidak mungkin dilakukan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, hingga mitra strategis seperti Grab Indonesia menjadi kunci untuk memperluas perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur telah menyalurkan manfaat kepada peserta di Jawa Timur dengan nilai mencapai sekitar Rp 3,2 triliun.

Menurut Utoh, besarnya manfaat yang diberikan perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan agar dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga peserta.

"Kami ingin santunan menjadi modal untuk bangkit, bukan habis untuk konsumsi sesaat. Karena itu, ahli waris perlu dibekali literasi keuangan, keterampilan berwirausaha, dan pendampingan agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan. Perlindungan yang kami hadirkan bukan hanya memberikan manfaat, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga peserta," jelasnya.

Menurutnya, dipilihnya Grab Indonesia sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan. Perusahaan tersebut telah memiliki ekosistem pelatihan dan pengembangan kapasitas yang terbukti mampu meningkatkan kompetensi para mitra hingga berkembang menjadi pelaku usaha mandiri.

"Kami berharap para ahli waris tidak hanya mampu bertahan setelah menerima santunan, tetapi juga naik kelas menjadi wirausaha yang mandiri. Inilah arah baru perlindungan sosial yang ingin kami bangun," tambahnya.

Pemerintah Kota Malang turut memberikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Sekretaris Daerah Kota Malang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Diah Ayu Kusuma Dewi, menyampaikan bahwa program pemberdayaan seperti ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

"Santunan bukanlah akhir dari perlindungan, melainkan awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Kami berharap dana yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga," katanya.

Ia juga menyambut baik dipilihnya Kota Malang sebagai lokasi pilot project dan berharap model kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Zulkarnain Mahading, menjelaskan, peserta memperoleh pembekalan secara komprehensif mulai dari literasi keuangan, pengelolaan keuangan keluarga, strategi memulai usaha, pemanfaatan platform digital, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan.

"Harapannya, peserta tidak hanya mampu mengelola santunan dengan bijak, tetapi juga memiliki keterampilan untuk membangun sumber penghasilan baru sehingga kesejahteraan keluarga dapat terjaga dalam jangka panjang," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Malang juga terus memperluas kepesertaan pekerja sektor informal melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Pada tahun 2026, sebanyak 3.200 pengemudi ojek online telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk sekitar 1.500 mitra pengemudi Gojek, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja yang menjadi penggerak roda perekonomian.

Menanggapi program tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda, Teldi Rusnal, menyatakan bahwa inisiatif kolaboratif antara BPJS Ketenagakerjaan dan Grab Indonesia merupakan langkah strategis dalam mengembangkan paradigma baru perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian manfaat, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.

Menurutnya, santunan yang diterima ahli waris seharusnya dapat menjadi titik awal untuk membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan keuangan yang tepat serta didukung dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan berwirausaha. Oleh karena itu, program literasi keuangan dan kewirausahaan seperti ini memiliki nilai strategis untuk terus dikembangkan di berbagai daerah.

"Kami menyambut baik pelaksanaan pilot project ini dan siap mendukung implementasi program serupa di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda. Wilayah Sidoarjo dan Wilayah Surabaya juga memiliki potensi besar dengan jumlah pekerja sektor informal, pekerja rentan, serta mitra layanan berbasis digital yang terus berkembang," ujar Teldi.

"Melalui sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas pekerja, dan mitra strategis lainnya, kami optimistis program pemberdayaan seperti ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga peserta sekaligus memperkuat budaya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," lanjutnya.

Teldi menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Juanda akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program inovatif yang tidak hanya memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya. 

Menurutnya, keberhasilan perlindungan jaminan sosial tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, melainkan juga dari kemampuan manfaat tersebut dalam mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Melalui semangat kolaborasi dan inovasi yang terus dikembangkan, BPJS Ketenagakerjaan berharap program pemberdayaan ini dapat menjadi model perlindungan sosial yang berkelanjutan, sehingga manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada saat risiko terjadi, tetapi mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi keluarga peserta serta mendukung terwujudnya pekerja Indonesia yang terlindungi, produktif, dan sejahtera. (Gan)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M.Ganefudin
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV