SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Korban Ledakan di SPPG Ngawi Tertangani Sangat Baik

M.Ganefudin - 11 April 2026 | 09:04 - Dibaca 1.05k kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Korban Ledakan di SPPG Ngawi Tertangani Sangat Baik
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi bersama staf RS Widodo saat mengunjungi Angga di RS Widodo Ngawi, Jumat (10/4/2026). (Foto: dok. Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, NGAWI - BPJS Ketenagakerjaan memastikan Angga Mohamad Tohari (28) mendapat penanganan medis dengan sangat baik. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi telah mengunjungi pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu dirawat di Rumah Sakit Widodo Kabupaten Ngawi, Jumat (10/4/2026).

Angga Mohamad Tohari adalah korban ledakan oven sterilisasi ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Kandangan, Ngawi, Rabu (8/4/2026) malam. Akibat ledakan itu, Angga mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, tangan kanan, dan kaki kanan.

Kejadiannya, sebagaimana diceritakan Angga, petugas bagian cuci ompreng ini saat itu siap mengerjakan tugasnya setelah istirahat. Karena temperatur oven sterilisasi ompreng dirasakan tidak naik, dengan tanpa alat pelindung apa-apa Angga mendekat melihat. Namun, oven yang di dalamnya dipenuh gas itu tiba-tiba meledak.

Angga langsung lari ke luar ruangan. Namun demikian, bagian tubuhnya tak luput dari sambaran ledakan. Bahkan, begitu cepat dan kerasnya ledakan, plafon ruangan sampai ambrol dan dinding kaca pun pecah berantakan. Angga langsung dilarikan ke RS Widodo. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ngawi, Setyoningsih, mengatakan, Angga adalah salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 48 pekerja di SPPG Kandangan 2 Ngawi ini semuanya telah jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak beroperasi februari 2026. Bahkan, dari 65 SPPG di Kabupaten Ngawi, 61 SPPG dengan total 2.947 pekerja telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

"Sudah 94 persen pekerja SPPG se-Kabupaten Ngawi yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk Angga. Mereka yang belum didaftarkan karena belum beroperasi, masih proses melengkapi berkas," ungkap Setyoningsih.

Setyoningsih mengatakan, maksud kunjungannya tak lain untuk memastikan bahwa Angga telah mendapatkan penanganan dan perawatan terbaik. 

Terlebih, RS Widodo Ngawi mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan atau sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja, sehingga seluruh biaya pengobatan Angga langsung tercover.

"Alhamdulillah untuk layanan kecelakaan kerja ini semua bekerja dengan baik, karena koordinasi dengan RS juga baik. Dari PIC SPPG juga bagus, karena laporannya cepat, penanganannya juga cepat," ujar Nuning, sapaan akrab Setyoningsih ini.

"Hasil pemeriksaan kondisi Angga tidak ada luka dalam, hanya luka bakar, namun masih perlu diobservasi dokter lagi. Juga, kesadarannya cukup bagus, sehingga bisa cerita kejadiannya. Organ sensitif seperti mata, telinga aman," lanjutnya.

Musibah yang dialami pekerja SPPG di Ngawi ini mendapat perhatian banyak pihak, terlebih pemerintah daerah. Sebagai koordinator satgas, Pemda terus dimonev oleh provinsi. 

"Sehingga, Asisten 1 telah menghubungi saya untuk memastikan apakah korban sudah ditangani dengan baik. Ini wujud perhatian kita semua, karena ini program prioritas RI I, sehingga kita semua harus aware," ungkap Nuning.

Nuning menuturkan, dari kejadian ini kita bisa belajar banyak pentingnya perlengkapan kerja (safety). Setidaknya kalau pakai sarung tangan dan pelindung wajah dimungkinkan masih masih aman. Selain itu, atas kejadian ini, Nuning menghimbau untuk SPPG yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan supaya segera daftar. Karena, pekerja SPPG ini beresiko tinggi.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum mengatakan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan pada peserta yang mengalami kecelakaan kerja dirasa sangat positif. 

"Seperti itu wujud perhatian kita kepada peserta yang mengalami resiko kerja, dan kami berdoa semoga korban lekas sembuh, lekas sehat," ujarnya.

"Kemudian SPPG-nya segera kembali beroperasi normal, dan yang tidak kalah penting ada perbaikan sistem K3-nya agar lebih safety. Juga, untuk pembelajaran, SPPG yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan segera daftar," pungkas Sevy. (Gan)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M.Ganefudin
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV