SUARA INDONESIA, SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 sebagau badan usaha milik daerah (BUMD).
Capaian ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/5/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir sebagai wakil pemegang saham pengendali, menekankan pentingnya percepatan transformasi digital serta penguatan peran perbankan dalam mendorong sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Khofifah menilai RUPS tidak sekadar menjadi forum pertanggungjawaban tahunan, melainkan momentum refleksi dan penegasan arah strategis ke depan.
Ia menegaskan, Bank Jatim memiliki posisi penting sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis pembangunan di Jawa Timur.
“Peranan Bank Jatim sangat penting dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai center of gravity ekonomi Indonesia sekaligus Gerbang Baru Nusantara, dengan kontribusi besar terhadap PDB nasional dan pertumbuhan yang konsisten,” ujar Khofifah.
Ia memaparkan, pada 2025 Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua nasional dengan kontribusi 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga mencapai 5,85 persen (year-on-year), melampaui capaian nasional sebesar 5,39 persen.
Bahkan, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,96 persen (year-on-year), tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.
“Ini menunjukkan struktur ekonomi Jawa Timur yang kuat, ditopang sektor industri, perdagangan, dan pertanian sebagai penyerap tenaga kerja terbesar,” katanya.
Khofifah menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pekerja di berbagai sektor.
“Artinya, kinerja bupati, wali kota, pengusaha, dan buruh di sektor industri telah membangun sinergi yang luar biasa,” tuturnya.
Dalam forum RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis, antara lain laporan tahunan perseroan, pengesahan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, serta perubahan struktur organisasi dan susunan pengurus.
Khofifah juga mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas kinerja. Ia menyoroti pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan dana pihak ketiga (DPK) sebagai indikator positif.
“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bank Jatim perlu memperkuat posisinya sebagai regional champion melalui sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB), pengembangan ekosistem ekonomi daerah, serta optimalisasi produk syariah.
Selain itu, sebutnya percepatan transformasi digital dan peningkatan pembiayaan sektor produktif menjadi prioritas utama.
Menurut Khofifah, Bank Jatim tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah yang menghubungkan kebijakan fiskal dengan aktivitas ekonomi riil masyarakat.
“Bank Jatim memiliki posisi penting dalam mendukung arsitektur ekonomi nasional, termasuk melalui perannya sebagai induk KUB dengan jumlah anggota terbanyak di antara BPD,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan digital mindset, tidak hanya sebatas digitalisasi layanan, tetapi mencakup perubahan menyeluruh dalam cara kerja dan pengambilan keputusan agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa perseroan menutup tahun 2025 di tengah dinamika ekonomi dengan tetap menjaga kinerja melalui berbagai strategi bisnis dan keuangan.
Strategi tersebut meliputi pengelolaan dana pihak ketiga dengan meningkatkan porsi dana murah, penerbitan obligasi untuk memperkuat struktur pendanaan, penyaluran kredit secara selektif pada sektor prospektif, serta efisiensi biaya dan peningkatan transaksi digital guna mendorong pendapatan nonbunga.
Selain itu, perseroan juga memperkuat pengendalian kualitas aset agar tetap sesuai dengan profil risiko (risk appetite).
“Untuk mendukung visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia, manajemen melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama,” kata Winardi.
Lima pilar tersebut mencakup penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi KUB.
Winardi menegaskan, Bank Jatim berkomitmen menjadi BUMD yang profesional dan berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi regional, baik melalui aktivitas operasional maupun kontribusi dividen kepada pemerintah daerah.
Adapun kinerja keuangan konsolidasi Bank Jatim pada 2025 tercatat positif. Total aset mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen (year-on-year), sementara laba bersih sebesar Rp1,61 triliun, meningkat 24,80 persen.
Adapun pada kinerja bank only, Bank Jatim membukukan total aset sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen (year-on-year). Laba bersih tercatat sebesar Rp1,546 triliun, meningkat 20,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi yang tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi