SUARA INDONESIA, BOYOLALI - Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, menegaskan pembangunan kawasan aglomerasi Subosukawonosraten perlu diarahkan pada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Potensi besar yang dimiliki wilayah Solo Raya dinilai harus dikelola dalam satu ekosistem kawasan yang terintegrasi agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Pandangan tersebut disampaikan Sumanto di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, serta para kepala daerah se-Solo Raya dalam kegiatan Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Gede Boyolali, Selasa (26/5/2026).
“Pembangunan kawasan Subosukawonosraten harus diarahkan pada pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang berbasis budaya lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Sumanto.
Menurut dia, pengembangan sektor pariwisata di kawasan yang meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten selama ini masih berjalan secara parsial dan belum terhubung dalam satu sistem yang saling mendukung.
Padahal, konektivitas dan sinergi antardaerah menjadi faktor penting untuk membangun daya tarik kawasan yang kuat dan kompetitif.
Sumanto menilai setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi. Karanganyar memiliki potensi wisata alam dan budaya, Boyolali berkembang sebagai destinasi wisata pegunungan, sementara Wonogiri dikenal dengan kekayaan wisata alamnya.
Seluruh potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui pembangunan infrastruktur, promosi digital, dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Optimisme tersebut didukung data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menunjukkan sektor pariwisata terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari sekitar 46 juta orang pada 2022 menjadi lebih dari 74 juta wisatawan pada 2025.
Seiring meningkatnya kunjungan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus bertambah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki efek pengganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan UMKM,” ujarnya.
Karena itu, Sumanto berharap forum rembug pembangunan mampu menghasilkan kebijakan yang visioner, kolaboratif, dan implementatif guna mendorong kemajuan Jawa Tengah secara merata.
Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan pentingnya sinergi seluruh sektor dalam menjaga posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.
“Jawa Tengah tetap menjadi lumbung pangan nasional. Pada 2025, kita menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering, dan 15,6 persen di antaranya berkontribusi untuk kebutuhan nasional,” kata Luthfi.
Untuk itu, gubernur meminta setiap daerah memetakan wilayah rawan kekeringan, sumber-sumber air, kebutuhan irigasi, hingga infrastruktur pendukung pertanian sebagai langkah antisipasi menjaga produktivitas sektor pangan.
Dukungan terhadap upaya menjaga ketahanan pangan juga disampaikan para kepala daerah. Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyebut kondisi pangan di wilayahnya relatif aman karena masih mencatat surplus produksi beras.
Hal senada disampaikan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Ia mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Wonogiri menjalankan program pembangunan 1.000 sumur pantek selama lima tahun. Pada tahun pertama, sebanyak 293 sumur telah dibangun, sedangkan pada tahun berikutnya direncanakan penambahan sekitar 253 sumur.
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengusulkan penguatan jaringan irigasi untuk mendukung daerahnya yang merupakan salah satu sentra pertanian dan sayuran di kawasan Merapi-Merbabu. Menurutnya, perbaikan irigasi akan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto, juga melaporkan kondisi pangan di daerahnya dalam keadaan aman. Pada 2025, Sukoharjo mencatat surplus beras sekitar 114 ribu ton, dengan cadangan beras daerah mencapai 57 ribu ton serta cadangan Bulog sekitar 3.500 ton. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi