SUARA INDONESIA, NGAWI - Dua kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi mendapat perhatian serius dari publik. Kejari Ngawi diminta tidak masuk angin dalam menegakkan hukum tindak pidana korupsi di Bumi Orek-orek tersebut.
Sejumlah statmen masyarakat baik di media sosial dan diskusi-diskusi terbuka, terus menyuarakan dukungan kepada lembaga anti rasua itu agar tidak ragu dalam penindakan dugaan tindak pidana korupsi di Perhutani dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ngawi.
"Kami akan mengawal penanganan kasus ini, sehingga diharapkan Kejari Ngawi menjaga independensi dan transparansi informasi di dalam perkembangan dalam menangani dua kasus ini," kata Agus warga Ngawi, Rabu (17/6/2026).
"Di sisi lain, kami juga mengapresiasi Kejari Ngawi dalam menjalankan tugas dan fungsinya mampu mengungkap kasus-kasus korupsi di Ngawi," tambahnya.
Terpisah, Kasi Intel Kejari Ngawi, Danang Yudha Prawira, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, pihaknya serius menangani kasus dugaan korupsi yang saat ini masih dalam penyidikan dan penyelidikan.
"Untuk dugaan korupsi Perhutani Ngawi di Tempat Penyimpanan Kayu Banjarejo sudah masuk tahap penyidikan," kata Danang.
"Sedangkan untuk dana hibah Pilkada Ngawi tahun 2024 yang mengalir ke KPUD Ngawi terus kami lakukan pendalaman, dan masih tahap penyelidikan," lanjutnya.
Meski kasus dugaan korupsi di Perhutani sudah masuk tahap penyidikan, lembaga anti rasua itu belum menetapkan tersangka.
Danang menyebut, sejumlah alat bukti sudah dilakukan penyitaan, selebihnya masih dalam pendalaman. "Masih terus kita dalami, untuk menentukan siapa tersangkanya," ucapnya.
Selanjutnya kata Danang, untuk kasus dugaan korupsi dana hibah pilkada Ngawi tahun 2024 sejumlah pihak sedang dilakukan pemeriksaan.
Disampaikan Danang, Pidsus Kejari Ngawi sudah memeriksa sejumlah pihak, diantaranya terdapat staf KPUD Ngawi dan beberapa pihak swasta turut dimintai keterangan perihal penggunaan dana hibah Pilkada Ngawi tahun 2024 sebesar Rp 49,9 miliar. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Ari Hermawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi