BONDOWOSO – Derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi dinilai membawa tantangan baru bagi generasi muda. Di balik kemudahan akses informasi, muncul ancaman yang tak kalah serius, yakni memudarnya identitas budaya serta lunturnya nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Kekhawatiran itu disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat membuka Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis" di GOR Pelita Bondowoso, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini bukan hanya persoalan penguasaan teknologi, tetapi bagaimana tetap memiliki karakter dan jati diri di tengah derasnya pengaruh budaya luar.
Karena itu, penguatan karakter berbasis kearifan lokal tidak lagi cukup dipandang sebagai program pelengkap, melainkan menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga masa depan bangsa.
"Penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis demi menjaga masa depan bangsa," tegas Abdul Hamid.
Ia menilai budaya bukan sekadar peninggalan sejarah yang dikenang melalui cerita atau pertunjukan seni.
Lebih dari itu, budaya merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, moral, serta identitas generasi penerus bangsa.
Tanpa penguatan nilai-nilai budaya, generasi muda dikhawatirkan akan kehilangan akar sejarah dan jati dirinya di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai upaya pelestarian budaya yang mampu menjangkau kalangan anak-anak dan remaja.
Salah satunya melalui program pembelajaran budaya "Ini Budi" yang digagas Teater Gas Bondowoso.
Abdul Hamid memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut karena dinilai mampu menghadirkan pendidikan karakter melalui pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya, pembelajaran budaya akan lebih mudah diterima ketika dikemas secara kreatif, menarik, dan menyenangkan.
Melalui pertunjukan Amarta Dewi Rengganis, masyarakat diajak kembali mengenal salah satu legenda yang telah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya Bondowoso.
Kisah tersebut dipentaskan melalui perpaduan teater, tari, musik, serta unsur pertunjukan modern sehingga lebih dekat dengan generasi muda.
Bupati menilai kisah Dewi Rengganis bukan hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menyimpan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Di dalamnya terkandung nilai keberanian, keteladanan, kecintaan terhadap tanah kelahiran, serta semangat menjaga persatuan.
Nilai-nilai itulah yang menurutnya harus terus diwariskan kepada generasi penerus melalui berbagai media pembelajaran.
Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial ataupun pertunjukan sesaat.
Budaya harus terus hidup melalui proses pendidikan yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.
Abdul Hamid mengapresiasi sinergi yang telah dibangun antara pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas budaya, dunia pendidikan, hingga masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga memberikan penghargaan kepada komunitas Ngampar Lamak yang turut berkontribusi dalam penyelenggaraan Gelar Budaya tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci agar budaya lokal tidak sekadar dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi terus berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.
Dengan cara itu, budaya akan tetap hidup dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menutup sambutannya, Abdul Hamid mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan melalui semangat "Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa."
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam kisah Dewi Rengganis mampu menginspirasi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan budaya.
Generasi yang mencintai daerahnya, bangga terhadap warisan leluhurnya, sekaligus mampu bersaing di tengah perubahan dunia.
"Marilah kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus luhur secara kultural," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Bahrullah |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi