SUARA INDONESIA

Pemkab Malang Percepat Deteksi Dini Kanker Serviks, Targetkan Eliminasi Tahun 2026

Aditya Mahatva Yodha - 09 April 2026 | 16:04 - Dibaca 535 kali
Kesehatan Pemkab Malang Percepat Deteksi Dini Kanker Serviks, Targetkan Eliminasi Tahun 2026
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang tancap gas mengejar target eliminasi kanker serviks tahun 2026. Langkah ini ditegaskan dalam agenda Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim yang digelar di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kantor Bupati Malang, Kamis (9/4/2026).

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, yang hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo, menekankan bahwa kesehatan perempuan merupakan pilar penting derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan strategis hasil kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI ini memperkenalkan metode inovatif: self-sampling.

“Kanker leher rahim adalah ancaman serius secara global, menempati urutan keempat penyebab kematian tertinggi pada perempuan di dunia. Kita butuh langkah strategis, mulai dari edukasi hingga penemuan kasus sedini mungkin pada kelompok berisiko,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah tersebut.

Metode self-sampling atau pengambilan sampel secara mandiri menjadi "senjata" baru karena dinilai lebih praktis dan nyaman tanpa mengurangi akurasi. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi rendahnya angka skrining di Kabupaten Malang.

Berdasarkan data, dari sasaran 726.610 perempuan usia 30-69 tahun, capaian skrining periode sebelumnya baru menyentuh angka 5,71 persen atau sekitar 41.139 orang. Padahal, Pemkab Malang membidik target cakupan 70 persen dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan, drg. Wiyanto Wijoyo, menyatakan dukungan penuhnya terhadap program ini. Ia optimis kemudahan akses deteksi dini akan mempercepat penanganan medis sehingga mampu menekan angka kesakitan dan kematian.

“Fokus utama kita adalah mencegah kasus ditemukan pada stadium lanjut yang penanganannya jauh lebih kompleks,” tambah Lathifah.

Melalui penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan dan sistem layanan kesehatan yang lebih responsif, Pemkab Malang berharap target eliminasi kanker serviks bukan sekadar angka, melainkan komitmen nyata untuk melindungi kesehatan kaum perempuan di wilayah dengan populasi lebih dari 2,7 juta jiwa tersebut.

“Saya berharap kegiatan ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang segera diimplementasikan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV