SUARA INDONESIA

RSUD Cilacap Tangani 84 Pasien HIV Tahun Ini, Didominasi Usia Produktif

Satria Galih Saputra - 21 June 2026 | 01:06 - Dibaca 60 kali
Kesehatan RSUD Cilacap Tangani 84 Pasien HIV Tahun Ini, Didominasi Usia Produktif
Tampak depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. (Foto: dok. Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, CILACAP - Sepanjang tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap menangani 84 pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV). 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 pasien positif HIV. Sedangkan 19 pasien lainnya menjalani pengobatan melalui konsumsi obat Antiretroviral.

Disamping itu, terdapat pasien meninggal sebanyak 6 orang, kemudian pasien rujuk masuk 17 orang serta pasien rujuk keluar 19 orang. Untuk pasien rujuk keluar ini dikarenakan pindah domisili dan lain sebagainya.

Plt. Direktur RSUD Cilacap, dr. Reza Prima Muharama mengungkapkan bahwa kasus HIV/AIDS di Cilacap, masih sangat tinggi, dan didominasi oleh usia produktif.

"Usia produktif ini mulai 17-40 tahun. Yang tua-tua masih produktif juga banyak," ujar dr. Reza, Sabtu (20/6/2026).

Oleh sebab itu, RSUD Cilacap memberi perhatian khusus terhadap penderita, melalui layanan yang diberikan sebagai upaya pencegahan penularan virus lebih lanjut.

"Kebetulan kami ada klinik bernama Cahaya Pita, dan sudah berdiri sejak tahun 2008. Dan kami memang sudah lama menangani kasus HIV/Aids melalui perawatan dalam pengobatan untuk pasien-pasien ini," ungkap Reza.

Adapun beberapa faktor HIV/Aids dikatakan Reza seperti seks bebas, lalu ibu hamil yang terinfeksi melalui air ketuban, tali plasenta maupun air ASI. "Kalau sumber penularan utamanya itu berhubungan seksual bebas, tanpa pengaman dan lain sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, terkait pasien HIV/Aids yang ditangani RSUD Cilacap selama ini, beber Reza dari tahun ke tahun, jumlah pasien selalu meningkat. "Trennya setiap tahun pasti meningkat," tandasnya.

Merespons hal tersebut, RSUD Cilacap rutin melakukan tracing kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. "Kita gencar, melakukan tracing terus," beber Reza.

"Kemudian setiap ada pasien RSUD Cilacap yang akan melakukan operasi, kita cek dulu HIV/Aids-nya," sambungnya.

Reza mengklaim sudah beberapa kali RSUD Cilacap menerima studi banding beberapa rumah sakit lantaran dianggap berhasil menangani pasien HIV/Aids.

"Diharapkan dengan pengobatan yang kami lakukan ini dan obat-obatan yang sudah ditemukan ini, pasien penderita HIV/Aids punya kesempatan untuk hidup yang jauh lebih panjang," ujarnya.

"Bahkan, bisa mempunyai keturunan tanpa tertular oleh orang tuanya," pungkas dokter muda yang akrab disapa Mas Reza ini. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Satria Galih Saputra
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV