SUARA INDONESIA, MADIUN - Kota Madiun, wilayah dengan capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tertinggi se-Madiun Raya, dibanding Kabupaten Madiun maupun Magetan.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Raya, Sevy Renita Setyaningrum saat kegiatan media gathering di Hotel Mercure, Madiun pada Selasa (23/6/2026).
Sevy mengungkapkan capaian hingga Mei 2026, yakni sebesar 48,98 persen sesuai target RPJMD 2026.
"Kalau secara target RPJMD di 2026, paling tinggi diperoleh Kota Madiun. Terendah Kabupaten Magetan sekitar 20 persen," ujarnya.
Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Raya, bersama pemerintah daerah terus mengawal target perlindungan pekerja agar bisa mencapai 100 persen hingga akhir tahun.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun Raya juga terus memperkuat perlindungan pekerja informal, jasa konstruksi, hingga pekerja migran Indonesia (PMI), selain di sektor formal.
Berdasarkan catatan, jumlah peserta aktif di Kota Madiun sebanyak 47.129 pekerja, dan total manfaat klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp 27,5 miliar. "Ini untuk 1.699 kasus," ungkap Sevy.
BPJS Ketenagakerjaan Madiun Raya juga telah merealisasikan bantuan beasiswa pendidikan Rp 483 juta untuk 88 anak dari keluarga peserta di Kota Madiun.
Sementara itu, tantangan terbesar saat ini masih berada di sektor pekerja bukan penerima upah atau informal, khususnya kelompok rentan di desil 1 sampai 5.
"Yang belum ter-cover dan paling banyak itu pekerja informal, terutama pekerja rentan di sektor pertanian," jelas Sevy.
Adapun upaya yang dilakukan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk mengejar target tersebut dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah.
"Sinergi ini melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)," terang Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Raya ini.
Selain itu, memperluas dukungan dari CSR perusahaan, kemudian donatur individu, hingga lembaga sosial di wilayah Madiun Raya.
Sevy berharap, dengan penguatan anggaran dan kolaborasi lintas sektor, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Madiun Raya semakin meluas dan menjangkau lebih banyak pekerja rentan hingga akhir 2026. "Kolaborasi lintas sektor ini salah satunya dengan media," katanya.
"Untuk itu, peran media sangat diperlukan, dimana memberikan informasi yang akurat kepada publik mengenai kinerja BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Cabang Madiun," pungkas Sevy. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Prabasonta/Erik P |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi