SUARA INDONESIA

Kejar Target Zero Stunting 2029, Dinkes Kabupaten Malang Andalkan Akurasi Data Bulan Timbang

Aditya Mahatva Yodha - 10 April 2026 | 10:04 - Dibaca 561 kali
Kesehatan Kejar Target Zero Stunting 2029, Dinkes Kabupaten Malang Andalkan Akurasi Data Bulan Timbang
Kegiatan penimbangan balita di posyandu di Turen, Kabupaten Malang. (Foto: Aditya Mahatva Yodha/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang terus menabuh genderang perang melawan stunting. Melalui penguatan akurasi data dan pemantauan rutin, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis mampu mengejar target ambisius Zero Stunting pada tahun 2029 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, yang akrab disapa Dokter Wi, menegaskan bahwa data hasil Bulan Timbang kini menjadi "kompas" utama dalam menentukan intervensi di lapangan. Menurutnya, akurasi data adalah kunci agar bantuan gizi tepat sasaran.

“Kami mengandalkan hasil Bulan Timbang sebagai acuan utama. Dengan data yang valid, kita tahu persis di mana titik koordinat balita yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar Dokter Wi kepada Suara Indonesia, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan data terbaru pada Bulan Timbang Februari 2026, prevalensi stunting di Kabupaten Malang tercatat berada di angka 5,85 persen. Angka ini menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan data Bulan Timbang Agustus 2025 yang berada di angka 6,52 persen. Artinya, terjadi penurunan prevalensi sebesar 0,67 persen hanya dalam kurun waktu satu semester.

Selain stunting, Dinkes juga menyoroti angka wasting (gizi kurang) yang berada di posisi 3,81 persen, serta underweight (berat badan kurang) sebesar 6,58 persen. Kondisi wasting sendiri merujuk pada balita dengan indikator berat badan menurut tinggi badan di bawah -2 Standar Deviasi (SD), sementara underweight adalah berat badan menurut usia yang berada di bawah -2 SD.

Data tersebut bukan sekadar estimasi, melainkan hasil pemantauan langsung terhadap 140.137 balita yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Proses pengukuran dilakukan oleh petugas kesehatan serta kader posyandu di tingkat desa maupun Puskesmas.

Untuk mencapai target Zero Stunting 2029, Pemerintah Kabupaten Malang kini fokus pada tiga pilar utama: intervensi gizi kronis, penguatan fungsi Posyandu, dan kemitraan strategis dengan pihak swasta maupun organisasi non-pemerintah.

“Pendekatan multisektor di tingkat desa menjadi kunci percepatan. Ini bukan hanya tugas orang kesehatan, tapi butuh sinergi dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga kelompok tani, agar target nol kasus baru benar-benar terwujud,” pungkas Dokter Wi. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV