SUARA INDONESIA, GRESIK – Penampilan Master Chef Amrizal Nuril di panggung Kontes Bandeng Kawak Gresik 2025 sukses menarik perhatian ribuan pengunjung. Pria yang akrab disapa King Abdi itu menunjukkan keahliannya dalam mengolah ikan bandeng seberat 7 kilogram menjadi hidangan spesial.
Dalam kesempatan tersebut, King Abdi memilih memasak Bandeng Acar. Sambil memasak, pria kelahiran Malang itu berbagi tips kepada masyarakat mengenai cara mengolah bandeng agar bumbu meresap sempurna dan menghasilkan cita rasa yang lezat.
“Ikan bandeng sebenarnya bisa dimasak dengan berbagai macam cara. Banyak menu yang bisa diolah, tetapi kali ini saya memilih untuk membuat Bandeng Acar sebagai hidangan spesial,” ujarnya.
Setelah matang, hidangan Bandeng Acar hasil olahan King Abdi pun dinikmati bersama oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik, Ashluchul Alif, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para tamu undangan lainnya.
“Baru saja kami mencicipi masakan King Abdi yang dimasak secara langsung. Rasanya luar biasa! Ini momen spesial bagi masyarakat Gresik untuk menikmati bandeng khas daerah kita bersama-sama,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya mengembangkan kreativitas dalam melestarikan tradisi dan budaya Pasar Bandeng yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tahun ini, tradisi tersebut semakin meriah dengan adanya live cooking oleh King Abdi, seorang kreator kuliner dengan banyak pengikut di media sosial.
“Malam ini kita juga kedatangan kepala daerah dari Mojokerto. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahwa jika berbicara tentang Gresik, maka kita juga berbicara tentang bandeng. Gresik dan bandeng sudah menjadi satu kesatuan,” tegasnya.
Bupati Gresik berharap tradisi Pasar Bandeng dapat terus dilestarikan agar para petambak bandeng di Gresik tetap eksis dan produksi ikan bandeng terus berkembang. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsumsi ikan untuk mencegah stunting.
“Pasar Bandeng adalah tradisi budaya asli Gresik yang berlangsung setiap tahun dan memiliki sejarah panjang. Dahulu, bandeng di Gresik diperkenalkan oleh Sunan Giri sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian rakyat. Tradisi ini harus terus dijaga agar manfaatnya tetap dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi