SUARA INDONESIA, PEMALANG – Mudik atau pulang kampung menjadi momen yang paling dinantikan saat libur Lebaran. Selain bisa bersilaturahmi dengan keluarga, perjalanan mudik juga menjadi pengalaman berkesan karena hanya terjadi setahun sekali.
Hal inilah yang dilakukan oleh Muhammad Haikal Ali (40), pria asal Pemalang, Jawa Tengah. Demi menambah keseruan dan mengikuti tren media sosial, bapak dua anak ini nekat mudik dari Tangerang menuju Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Pemalang, dengan mengenakan kostum karakter Predator. Tak tanggung-tanggung, ia juga kembali ke Tangerang dengan kostum yang sama.
Haikal merupakan anggota komunitas Helm Predator Indonesia. Ia mengaku tidak merasa malu memakai kostum dari karakter film laga tersebut karena wajahnya tertutup topeng. Meski tampak tebal, ia menyebut kostum tersebut justru tidak membuatnya merasa gerah.
"Perjalanan dari Tangerang Selatan ke Kecamatan Moga, Pemalang, saya lakukan dengan memakai kostum Predator karena saya memang suka. Saya sudah mengenakan kostum Predator sejak 2018 dan menjadi anggota komunitas sejak 2016," ujar Haikal melalui sambungan WhatsApp, Kamis malam (10/4/2025).
Haikal menuturkan, komunitas Helm Predator Indonesia tersebar di berbagai kota di Indonesia. Meski banyak komentar negatif dan positif yang datang dari masyarakat, ia tetap konsisten karena menikmati hobi tersebut.
"Kalau panas justru adem, malah lebih nyaman di malam hari. Ada saja yang bilang norak, tapi banyak juga yang kasih jempol di jalan," tambahnya.
Pada saat arus balik Lebaran, Haikal kembali melakukan perjalanan menuju Tangerang pada Rabu malam, 9 April 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Ia mengendarai sepeda motor bersama anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun. Perjalanan tersebut menghabiskan sekitar Rp100 ribu untuk bensin, dengan beberapa kali istirahat di perjalanan.
"Saya mudik pakai motor dengan kostum Predator ini sudah sejak tahun 2018. Tapi saya tidak selalu memakainya sepanjang perjalanan, hanya di momen-momen tertentu saja," imbuhnya.
Meski begitu, Haikal mengakui bahwa mengenakan kostum tersebut secara penuh tidak bisa dilakukan terus-menerus karena suhu tubuh bisa meningkat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Ya, kostum hanya dipakai saat di jalan saja, selebihnya saya lepas. Tapi tetap seru karena jadi pusat perhatian," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Ragil Surono |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi