SUARA INDONESIA

Bebek Ungkep Khas Binakal Bondowoso, Bikin Lidah Tergoda dan Penikmatnya Ketagihan

Bahrullah - 04 July 2025 | 21:07 - Dibaca 2.09k kali
News Bebek Ungkep Khas Binakal Bondowoso, Bikin Lidah Tergoda dan Penikmatnya Ketagihan
Bebek Ungkep Khas Binakal

SUARA INDONESIA,BONDOWOSO — Di balik perbukitan Desa Binakal, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, tersembunyi cita rasa khas nusantara yang mulai mencuri perhatian para pecinta kuliner. Namanya, Bebek Ungkep Khas Binakal.

Masakan ini diracik dengan perpaduan rempah khas Jawa dan Madura, menghasilkan aroma harum yang menggoda serta cita rasa gurih yang melekat.

Tekstur dagingnya empuk dan garing di luar, membuat siapa pun yang mencicipinya langsung jatuh hati.

Bebek ungkep ini adalah hasil kreasi Nuraini (42 tahun), warga asli Desa Binakal.

Sejak 2023, Nuraini mengolah sendiri resep bebek ungkep dengan sentuhan rasa khas yang kini menjadi identitas kuliner desa setempat.

"Inspirasinya datang dari olahan bebek khas Pulau Madura. Tapi saya kembangkan dengan cita rasa lokal yang lebih lembut dan kaya bumbu," ujar Nuraini kepada suaraindonesia.co.id, ditemui di dapur produksinya, Jumat (4/7/2025).

Uniknya, dalam mengolah bebek kampung ini, Nuraini menerapkan proses panjang. Daging bebek direbus dan diungkep selama kurang lebih dua jam dengan racikan rempah pilihan, kemudian digoreng hingga kulit luar renyah dan berwarna kecokelatan.

"Bumbunya kami racik sendiri. Ada bawang putih, ketumbar, lengkuas, daun jeruk, dan beberapa bumbu lainnya. Itu yang bikin rasanya beda dan khas," ujarnya.

Setiap hari, Nuraini mampu menjual sekitar 15 ekor bebek. Konsumennya datang dari berbagai daerah, mulai dari pelanggan setia di sekitar Binakal hingga pembeli luar kota yang penasaran dengan kelezatannya.

Menurut Nuraini, usaha ini bukan hanya menopang kebutuhan ekonomi keluarganya, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Terutama para peternak bebek kampung yang menjadi pemasok bahan baku utama.

"Saya membeli bebek langsung dari peternak lokal di desa. Jadi sekaligus ikut memberdayakan mereka," tuturnya.

Sebelum menekuni usaha kuliner, Nuraini dan suaminya, Ariesta Fribadi, telah lebih dulu menjalankan usaha penetasan telur bebek dan menjual bibit bebek ke para peternak.

Pengalaman ini yang kemudian memperkuat jaringan usaha dari hulu ke hilir.

Dukungan datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari mantan Camat Binakal, Eko Satriyo Utomo, yang mendorong Nuraini untuk mengembangkan usaha kuliner lokal agar menjadi ikon desa.

Kini, bebek ungkep racikan Nuraini tidak hanya dijual dalam bentuk sajian siap santap, tapi juga dalam kemasan beku, siap digoreng sendiri di rumah.

Inovasi ini membuat produknya menjangkau pasar yang lebih luas.

Beberapa pelanggan yang ditemui mengaku ketagihan dengan cita rasa bebek ungkep khas Binakal.

Mereka menyebut rasanya lebih gurih, rempahnya meresap hingga ke dalam daging, dan tidak berbau amis seperti bebek pada umumnya.

"Saya sudah coba berbagai olahan bebek, tapi yang ini beda. Bumbunya terasa sampai ke tulang, dan empuknya pas," ujar Hesti, salah satu pelanggan dari Bondowoso kota.

Lewat tangan sederhana di dapur rumahan, Nuraini membuktikan bahwa kuliner lokal bisa berkembang dan menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.

Bebek ungkep khas Binakal tak sekadar makanan, tapi juga bagian dari identitas rasa desa.

Jika anda ingin memesan silahkan bisa hubungi nomor kontak ini 081553347876

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV