SUARA INDONESIA BANJARNEGARA - Ratusan santri dari pondok pesantren Muhammadiyah se-Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengikuti Jambore Pesantren Muhammadiyah yang digelar di Muhammadiyah Boarding School (MBS), Kecamatan Wanayasa, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kompetensi dan prestasi para santri.
Jambore yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Banjarnegara ini diikuti oleh 10 pondok pesantren Muhammadiyah dari total 11 pondok yang diundang.
Mudir MBS Wanayasa sekaligus Ketua Panitia Jambore, Wahyudin, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai sarana memperkuat persaudaraan antar-santri serta meningkatkan kemampuan mereka melalui berbagai perlombaan.
"Selain untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga menjadi ajang peningkatan kompetensi santri. Mereka bisa saling belajar dan mengukur kemampuan dengan peserta dari pondok pesantren lain," ujarnya.
Dalam jambore tersebut, panitia menggelar delapan cabang lomba, yakni Peraturan Baris-Berbaris, Cerdas Cermat, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Baris-Berbaris, Tahfidz Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, serta Qiraatul Kutub atau membaca kitab gundul.
Menurut Wahyudin, perlombaan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan akademik, bahasa, keagamaan, hingga kedisiplinan para santri. Melalui kegiatan itu, peserta diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi dan memperluas pengalaman belajar.
"Ketika bertemu dengan santri dari pondok lain, mereka dapat saling berbagi pengalaman dan mengetahui kemampuan masing-masing. Harapannya, mereka semakin termotivasi untuk terus berkembang dan memiliki kecakapan saat terjun ke masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, Sobri, mengapresiasi terselenggaranya jambore yang mempertemukan santri Muhammadiyah dari berbagai pondok pesantren di Banjarnegara.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun karakter generasi muda Muhammadiyah.
"Para santri kami harapkan mengikuti kegiatan ini dengan gembira, belajar dengan gembira, dan berjuang meraih prestasi dengan gembira. Yang terpenting, ukhuwah Islamiyah antar-santri Muhammadiyah semakin kuat dan terus terjaga," ujarnya.
Salah satu peserta, Sabrina Pristariski Hidayat dari Pondok Pesantren Darussalam, mengaku bangga bisa mewakili pesantrennya dalam Jambore Pesantren Muhammadiyah Banjarnegara.
Sabrina yang mengikuti lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) mengatakan persiapan telah dilakukan selama lebih dari dua pekan.
"Ini pengalaman pertama bagi saya. Kami sudah berlatih lebih dari dua minggu dan optimis bisa meraih juara satu," ujarnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi