SUARA INDONESIA

DPRD Respons Rencana Suntik Rp20 Triliun ke Bank Jatim, Hasan Irsyad: Harus Diiringi Analisis Investasi yang Matang

Saifullah - 08 October 2025 | 09:10 - Dibaca 596 kali
News DPRD Respons Rencana Suntik Rp20 Triliun ke Bank Jatim, Hasan Irsyad: Harus Diiringi Analisis Investasi yang Matang
Anggota DPRD Jatim, Hasan Irsyad. (Foto. Tangkapan layar video YouTube DPRD Jatim)

SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Hasan Irsyad, menyambut positif rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana likuiditas senilai Rp20 triliun kepada Bank Jatim. 

Hasan Irsyad menilai, kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi penguatan perekonomian daerah, khususnya dalam mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.

Namun demikian, Politisi Golkar asal Kabupaten Probolinggo ini mengingatkan, Bank Jatim harus menyiapkan langkah strategis agar tambahan likuiditas ini dapat terserap secara produktif.

“Bank Jatim perlu melakukan analisis investasi dan pasar yang komprehensif serta menyusun rencana bisnis yang jelas, agar suntikan dana ini benar-benar bisa disalurkan ke sektor produktif. Jangan sampai dana tambahan justru menjadi idle money atau dana menganggur di perbankan,” ujar Hasan Irsyad pada Suara Indonesia, Rabu (8/10/2025).

Menurutnya, kemampuan Bank Jatim dalam menyalurkan kredit bisa dilihat dari kinerja pertumbuhan kredit yang cukup baik.

Seba, pada tahun 2024, Bank Jatim mencatat pertumbuhan kredit sebesar 16,98 persen, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp64,057 triliun dari dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun. Adapun target pertumbuhan kredit tahun 2025 berada pada kisaran 14 persen hingga 16 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa Bank Jatim masih memiliki ruang likuiditas yang memadai untuk penyaluran kredit. Tetapi tantangannya, bagaimana bank mampu meningkatkan serapan dana jika pemerintah pusat menambah modal hingga Rp20 triliun,” jelasnya.

Dia juga mendorong Bank Jatim untuk memperluas jangkauan penyaluran kredit, terutama pada 1,9 juta pelaku UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. 

Segmen kredit usaha mikro, ritel, dan menengah dinilai perlu menjadi prioritas utama agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif. 

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan suku bunga rendah yang perlu dipertegas dalam aturan teknis pemberian pinjaman dari Kementerian Keuangan kepada Bank Jatim. 

“Dengan bunga yang kompetitif, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses pembiayaan. Ini akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.

Hasan Irsyad menyebut, kebijakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran bank pembangunan daerah (BPD) sebagai pendorong ekonomi lokal. 

Dia juga berharap, dengan perencanaan yang matang, suntikan dana dari Menkeu dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi Jawa Timur. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya akan menyuntikkan likuiditas senilai Rp20 triliun kepada Bank DKI dan Bank Jatim. 

Langkah ini melanjutkan kebijakan pemerintah yang sebelumnya telah menggelontorkan Rp200 triliun ke lima bank milik negara untuk memperkuat likuiditas perbankan nasional. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Saifullah
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV