SUARA INDONESIA

Festival Durian Songgon Banyuwangi Jadi Panggung Promosi, Produksi Capai 3.716 Ton per Tahun

Muhammad Nurul Yaqin - 07 April 2026 | 17:04 - Dibaca 113 kali
News Festival Durian Songgon Banyuwangi Jadi Panggung Promosi, Produksi Capai 3.716 Ton per Tahun
Festival Durian Songgon ramai diserbu pengunjung, tampilkan beragam durian lokal unggulan. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Potensi durian lokal di Kecamatan Songgon terus didorong agar semakin dikenal luas. Salah satunya melalui gelaran Festival Durian Songgon yang berlangsung pada 4-5 April 2026.

Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra durian di Banyuwangi. Tercatat, luas lahan durian di Songgon mencapai 94,8 hektare dengan total produksi sekitar 3.716 ton pada tahun 2025.

Beragam jenis durian ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari durian pelangi, durian merah, hingga durian lokal berwarna kuning yang menjadi ciri khas daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inisiatif desa dalam mengangkat potensi lokal melalui pendekatan kreatif seperti festival.

“Ini langkah bagus dari desa untuk mengenalkan potensi daerahnya dengan cara yang menarik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Festival ini digagas oleh pemerintah desa bersama BUMDes dan pemuda karang taruna setempat, dengan menghadirkan berbagai kegiatan.

Di antaranya kontes durian, bazar, sarasehan pengembangan durian, hingga agenda makan durian sepuasnya yang menarik perhatian pengunjung.

Ipuk juga sempat mencicipi durian khas Songgon dengan warna merah dan oranye yang berasal dari kebun milik warga setempat.

Sebelumnya, durian merah Banyuwangi telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari pemerintah pusat, menjadikannya satu-satunya durian merah di Indonesia yang memiliki perlindungan resmi.

Kepala Desa Songgon, M. Qodari, mengatakan festival digelar bertepatan dengan masa panen raya durian.

Namun demikian, produksi tahun ini mengalami penurunan sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat faktor cuaca.

“Durian lokal masih tersedia hingga akhir April. Setelah itu kemungkinan mulai berkurang karena masa panen selesai,” jelasnya.

Kontes durian menjadi salah satu daya tarik, dengan diikuti 42 peserta dalam dua kategori, yakni durian lokal premium dan durian warna.

Salah satu pemenang, Artoni, menampilkan durian bernama Srengege Wetan dengan warna oranye kemerahan bercampur kuning yang menyerupai matahari terbit.

Selain itu, agenda makan durian sepuasnya juga diserbu pengunjung. Dengan membayar Rp 100 ribu, peserta bebas menikmati ratusan durian yang disediakan selama acara berlangsung. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV