SUARA INDONESIA

144 CPNS Flores Timur Resmi Jadi PNS

Martinus Paru Liwu - 07 May 2026 | 06:05 - Dibaca 92 kali
News 144 CPNS Flores Timur Resmi Jadi PNS
Prosesi pengambilan sumpah jabatan 144 orang CPNS menjadi PNS di Flores Timur, NTT (Foto: Marten)

SUARA INDONESIA, FLOTIM- Sebanyak 144 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur resmi menyandang status sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Sekretariat Daerah Flores Timur, Senin (4/5/2026), dipimpin Sekretaris Daerah Petrus Pedo Maran.

Momentum ini menandai berakhirnya masa transisi para CPNS sekaligus awal dari tanggung jawab baru sebagai aparatur negara.

Dalam arahannya, Pedo Maran menegaskan bahwa status PNS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan amanah negara yang harus dijalankan dengan penuh integritas dan dedikasi.

Ia menyoroti komposisi PNS baru yang didominasi generasi muda. Menurut dia, kelompok ini memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi informasi. Karena itu, kemampuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kinerja dan pelayanan publik.

"Para pegawai juga didorong untuk mampu belajar secara mandiri atau otodidak dan tidak hanya bergantung pada pelatihan formal atau bimtek untuk meningkatkan kapasitas diri," ujarnya.

Selain itu, Sekda mengingatkan pentingnya sikap profesional dalam menjalankan tugas. Para ASN diminta menjaga citra diri dan institusi, baik saat bertugas maupun di luar jam kerja. Mereka juga dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Pedo Maran juga menekankan bahwa aparatur harus hadir sebagai solusi di lingkungan kerja. Bukan sebaliknya, menjadi bagian dari persoalan. Loyalitas kepada pimpinan dan negara, kata dia, tetap harus dijalankan dalam koridor aturan dan etika kerja.

Kehadiran PNS baru diharapkan memberi suntikan energi bagi birokrasi di Flores Timur. Mereka diharapkan mampu mempercepat realisasi program pemerintah daerah dan mendukung pencapaian visi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Pedo Maran mengingatkan agar momen pengangkatan ini tidak dirayakan secara berlebihan. Ia menyoroti potensi euforia yang bisa berujung pada tindakan melanggar norma, seperti pesta minuman keras atau kebut-kebutan di jalan.

"Saya tidak main-main. Hari ini saya batalkan satu orang tidak mengikuti sumpah. Syukuri momentum ini dengan bekerja, memberikan sesuatu untuk teman kerja, keluarga atau melalui doa di rumah ibadah masing-masing," tegasnya. (**Marten Liwu)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Martinus Paru Liwu
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV