SUARA INDONESIA

Zainul Hasan Tak Maju dari Bursa Ketua KONI Probolinggo, Pilih Beri Kesempatan Figur Baru

Saifullah - 30 June 2026 | 14:06 - Dibaca 50 kali
Olahraga Zainul Hasan Tak Maju dari Bursa Ketua KONI Probolinggo, Pilih Beri Kesempatan Figur Baru
Zainul Hasan, Ketua Koni Kabupaten Probolinggo. (Saifullah/suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan, memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua KONI untuk periode 2026-2030.

Pernyataan itu disampaikan Zainul dalam sebuah forum yang dihadiri pengurus KONI dan awak media. Ia menegaskan keputusan tersebut sudah bulat. 

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan perlu dilakukan agar organisasi olahraga di Kabupaten Probolinggo mendapat energi baru.

“Zainul Hasan, yang rumahnya berada di ujung selatan sana, di Maron, orang desa perlu digarisbawahi, tidak akan mendaftar lagi sebagai calon Ketua KONI 2026-2030,” tegasnya, Selasa 30 Juni 2026.

Zainul Hasan menyampaikan, keputusannya tidak dilandasi rasa takut atau menyerah dalam memimpin organisasi olahraga.

Ia mengaku ingin memberikan kesempatan kepada figur lain untuk merasakan tanggung jawab memimpin KONI Kabupaten Probolinggo.

“Saya tidak menyerah. Saya ingin berbagi kesempatan kepada yang lain, bagaimana rasanya memimpin organisasi olahraga di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zainul Hasan juga menyinggung capaian prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut periode tersebut sebagai salah satu masa penting bagi perkembangan prestasi olahraga daerah.

Menurutnya, Kabupaten Probolinggo mampu menunjukkan daya saing di tingkat Jawa Timur. Bahkan, daerah tersebut berhasil mengungguli sejumlah kabupaten tetangga dalam peringkat prestasi olahraga.

“Terlepas dari kekurangan yang ada, ini adalah masa emas prestasi Kabupaten Probolinggo. Kita berada di peringkat 19 Jawa Timur. Kita bisa mengalahkan tetangga kita yang memiliki perguruan tinggi negeri di selatan sana, dan juga tetangga terdekat kita yang berada di peringkat 30,” katanya.

Selain faktor regenerasi, Zainul juga mengungkap alasan pribadi di balik keputusannya untuk tidak maju kembali. Ia mengaku ingin lebih banyak memberi waktu untuk keluarga setelah memasuki usia di atas 50 tahun.

Ia menyebut pesan orang tua menjadi salah satu pertimbangan penting. Zainul ingin lebih dekat dengan istri dan keluarganya setelah bertahun-tahun aktif mengurus organisasi olahraga.

“Saya umur sudah di atas kepala lima. Saya ingin istirahat untuk tahun 2026 sampai 2030. Di rumah, istri tidak ada temannya. Anak-anak saya juga jauh. Pesan orang tua saya, tunggui istri kamu, tunggui keluarga kamu, tunggui rumah kamu,” tuturnya.

Zainul berharap masa akhir kepemimpinannya di KONI Kabupaten Probolinggo dapat ditutup dengan baik. Ia juga berharap kepemimpinan baru nantinya mampu membawa prestasi olahraga Kabupaten Probolinggo ke level yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan berakhirnya masa kepemimpinan saya ini dalam keadaan husnul khatimah. Pemimpin baru KONI juga semoga mendapatkan prestasi yang lebih baik dari saya,” pungkasnya.

Di akhir pernyataannya, Zainul menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin KONI Probolinggo terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Saifullah
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV