SUARA INDONESIA, KBB - Jalur afirmasi Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, masih menyisakan 61 kursi.
Dari total kuota 103 kursi, hingga berakhirnya tahap pertama baru terisi 42 pendaftar. Sisa kuota tersebut akan kembali dibuka pada pelaksanaan SPMB tahap kedua yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 6 Juli 2026.
Ketua SPMB SMAN 1 Ngamprah, Asep Saefur Rohmandeni, mengatakan jalur afirmasi KETM diperuntukkan bagi calon murid yang telah terdaftar di Dinas Sosial dan masuk kategori desil 1 hingga desil 5.
Proses verifikasi dilakukan melalui dokumen kepesertaan program bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta tercatat di Dinas Sosial.
"Warga yang paling banyak mendaftar pada jalur afirmasi berasal dari Desa Tanimulya dan Desa Cilame. Kalau dari desa yang jauh relatif sedikit karena kemungkinan terkendala jarak sehingga peluang diterima lebih kecil," kata Asep, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, kuota jalur domisili sebanyak 184 kursi telah terpenuhi melalui proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebelum di buka SPMB tahap pertama dan tahap kedua.
Menurut Asep, masih banyak orang tua calon murid yang datang ke sekolah mengaku layak menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan.
"Banyak orang tua yang datang ke sekolah tidak mendapatkan Program Indonesia Pintar padahal layak menerima KIP. Sekolah hanya dapat menyarankan agar mereka mengurus pendataan melalui pemerintah desa supaya masuk ke dalam data Dinas Sosial," ujarnya.
Asep menambahkan, keberadaan jalur afirmasi menjadi kesempatan bagi calon murid yang tidak lolos melalui jalur domisili karena keterbatasan jarak.
"Jalur afirmasi dengan jalur domisili hampir sama. Tahun lalu batas jarak jalur domisili hanya sekitar 600 meter, sedangkan jalur afirmasi bisa mencapai sekitar 1,3 kilometer," ungkapnya
"Artinya, mereka yang tidak diterima melalui jalur domisili masih dapat terfasilitasi melalui jalur afirmasi," lanjut Asep.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Ngamprah memiliki daya tampung sebanyak 420 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel), masing-masing berkapasitas 42 siswa.
Selain itu, sekolah juga menyediakan kuota khusus sebanyak empat siswa melalui program nasional afirmasi bagi anak Papua. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Asep Tedi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi